23 June 2022, 23:15 WIB

Modus Buka Aura, Siswi SMK Jadi Korban Pelecehan Seksual


Rahmatul Fajri |

SISWI SMK berinisial BCP menjadi korban pelecehan seksual. Korban dua kali dilecehkan oleh pelaku berinisial AS.

Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Metro Jakarta Timur AKBP Ahsanul Muqaffi menjelaskan, kejadian bermula ketika korban bertemu AS di Masjid Istiqlal, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Pada saat bertemu, pelaku mengatakan jika dirinya dapat membuka aura korban. Pelaku dan korban kemudian berjalan mengarah ke Lapangan Banteng, Kecamatan Sawah Besar. Selanjutnya jalan kaki ke Monas, Kecamatan Gambir. Setelah itu, pelaku dan korban berbincang-bincang hingga naik bus menuju Stasiun Rajawali.

"Pada saat di Stasiun Rajawali, tangan pelaku tiba-tiba masuk ke dalam baju korban. Di situ terjadilah pelecehan," kata Ahsanul, melalui keterangannya, Kamis (23/6).

Korban yang merasa dilecehkan berteriak dan pelaku menghentikan perbuatannya. Namun, karena situasi tengah sepi, pelaku dapat bergerak leluasa.

Ketika kereta commuter line atau KRL jurusan Bekasi tiba, korban masuk ke dalam kereta KRL bersama pelaku. Di dalam KRL tersebut, pelaku kembali melakukan aksi bejatnya.


Baca juga: Dugaan Penipuan Bisnis Kripto, Angel Lelga Mengaku Diajak Istri Polisi


"Di dalam perjalanan (KRL) tepat di Jatinegara, perbuatan tersebut berulang kembali. Tiba-tiba tangan pelaku masuk ke dalam baju korban, terjadilah pelecehan kembali," jelasnya.

Lalu, ketika kereta KRL melintas di Stasiun Buaran, salah satu sekuriti menegur perbuatan pelaku. Sekuriti tersebut membawa pelaku dan korban ke Polsek Duren Sawit. Setelah ke Polsek Duren Sawit, selanjutnya pelaku dibawa ke Unit PPA Polres Metro Jakarta Timur.

Setelah diinterogasi, pelaku mengaku dapat membuka aura sehingga membuat korban terperdaya.

"Intinya si pelaku itu, berdalih seolah dia dapat membuka aura korban sehingga korban tertarik mengikuti semua kemauan pelaku," katanya.

Lebih lanjut, Ahsanul mengatakan kasus tersebut berujung damai. Pihak korban enggan membuat laporan polisi. Selain itu, pelaku juga telah mengakui perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.

"Pelaku sudah minta maaf kepada korban dan berjanji tidak mengulangi kembali," tutur Ahsanul.

Ahsanul mengimbau masyarakat agar tidak berpergian seorang diri untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

"Kalau berpergian jangan seorang diri, usahakan pergi sama keluarga dan teman untuk mengindari hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti kasus pelecehan seksual yang terjadi di Stasiun Rajawali dan Jatinegara," tutupnya. (S-2)

BERITA TERKAIT