23 June 2022, 19:46 WIB

Turunkan Angka Stunting, Rektor Unpam Minta Tangsel Tingkatkan Edukasi Masyarakat


Syarief Oebaidillah |

MANUSIA merupakan modal atau human capital dalam suatu negara, sebab itu perhatian terhadap kesehatan termasuk masalah stunting harus menjadi bagian dari program prioritas pemerintah dan pemerintah daerah.

Hal itu guna mendukung program pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul, juga terkait dengan bonus demografi.

"Tentu saya sangat mendukung program Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam menurunkan angka stunting," kata Rektor Universitas Pamulang (Unpam) Nurzaman kepada Media Indonesia, Kamis (23/6) di Pamulang, Tangsel, Banten terkait upaya Pemkot Tangsel menurunkan angka stunting di wilayahnya.

Seperti diberitakan Pemerintah Kota Tangerang Selatan lakukan sejumlah program untuk menekan angka stunting. Dari grafik jumlah, angka kelahiran stunting dari tahu =n 2019 sebesar 15,35 persen menjadi 19,49 persen.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menjelaskan, program stunting ini perlu digalakkan. Bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional (Harganas) , ia mengingatkan b masih banyak pekerjaan rumah (PR) atau pekerjaan yang perlu dilakukan.

Nurzaman mengingatkan hal yang sangat penting antara lain meningkatkan edukasi kepada masyarakat sedini mungkin tentang pentingnya kesehatan bagi anak, bahkan edukasi tersebut harus ditingkatkan pula terhadap calon pasangan suami istri agar memahami  tentang pola hidup sehat mendapat ketuturunan yang sehat dan terhindar dari stunting. 

"Stunting tidak hanya manyangkut fisik, tapi juga menyangkut psikis dan kecerdasan anak," tandas Nurzaman yang pernah menjabat Sekretaris Dirjen GTK Kemendikbud..

Terkait  Hari Keluarga Nasional yang diperingati sejak 29 Juni 1993, dan tanggal 29 juni telah ditetapkan sebagai hari keluarga nasional melalui Keputusan Presiden nomor 39 tahun 2014. Bahwa ketetapan ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat terhadap pentingnya keluarga kecil dan sejahtera.

Baca juga : Disdukcapil DKI akan Buka Layanan Khusus akibat Perubahan Nama Jalan

”Keberhasilan pembangunan tidak hanya cukup dicapai melalui pembangunan fisik semata. Namun peran institusi sosial seperti keluarga sangatlah penting,” tambah Benyamin. Ia menambahkan hal itu disebabkan perkembangan setiap manusia dimulai dari keluarga.

Selain itu dari keluarga, karakter serta mentalitas dibentuk dan dalam keluarga potensi diri dikembangkan sehingga anak Indonesia.mampu berdaya saing, berbudi pekerti dan berakhlak santun demi terwujudnya generasi emas tahun 2045.

Peringatan Harganas dilakukan dengan ditandainya kegiatan satu juta akseptor, semua alat kontrasepsi. Pelayanan satu juta akseptor, semua alat kontrasepsi di seluruh Indonesia dalam waktu satu hari.

Adapun tujuan kegiatan ini meningkatkan akses pelayanan KB yang berkualitas sebagai pasangan usia subur. Dan pelaksanaan kegiatan di Kota Tangsel  bekerjasama dengan seluruh stakeholder terkait.

Benyamin menambahkan, sekarang Pemerintah menghadapi prevalensi stunting  berdasarkan hasil riset dasar tahun 2018, penurunan prevalensi stunting balita di tingkat nasional dari 37,2 persen tahun 2013 menjadi 30,8 persen pada 2018. Dan diharapkan sesuai dengan Perpres nomor 72 tahun 2021, penurunan stunting tahun 2024 dapat menjadi 14 persen.

Sementara di Kota Tangsel sendiri prevalensi stunting mengalami kenaikan 15,39 persen pada tahun 2019 menjadi 19,4 persen pada tahun 2021 dan ditargetkan ko penurunan stunting sampai dengan tahun 2024 menjadi sebesar 5,9 persen.

Karena itu diperlukan percepatan penurunan stunting dengan membentuk tim percepatan penurunan stunting tingkat kota, kecamatan dan kelurahan di Kota Tangsel. Bahkan RS Serpong Utara menjadi RS dengan tematik stunting di Kota Tangsel. (OL-7)

BERITA TERKAIT