23 June 2022, 18:06 WIB

Anies Sebut Jakarta Belum Butuh Pengetatan Meski Kasus Covid-19 Meningkat


Selamat Saragih |

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta belum berencana melakukan pengetatan kegiatan masyarakat meski kasus positif Covid-19 meningkat dalam beberapa hari terakhir.

"Kami belum melihat ke arah sana sebaiknya pengetatan dulu," kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat, Kamis (23/6/).

Menurut dia, pengetatan dilakukan ketika kapasitas rumah sakit terbatas dan mulai penuh. Untuk saat ini belum ada lonjakan perawatan pasien Covid-19.

Anies mengatakan, upaya yang dilakukan saat ini adalah melakukan peningkatan pengawasan terkait protokol kesehatan (prokes).

"Jadi pengetatan itu karena rumah sakitnya punya kapasitas yang terbatas. Nah hari ini kami menyaksikan jumlah orang yang harus dirawat tidak mengalami lonjakan yang signifikan," kata Anies.

Dia menilai saat ini kondisi Covid-19 di Jakarta masih relatif biasa dan tingkat orang yang dirawat di rumah sakit masih relatif stabil meski ada peningkatan kasus positif.

Baca juga : Kendaraan di DKI Jakarta yang Telah Uji Emisi Masih Sedikit 

"Kasus meningkat tapi di sisi lain tingkat yang dirawat itu masih relatif stabil," kata Anies.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hingga Rabu (22/6) jumlah kasus aktif yang dirawat dan diisolasi bertambah 864 kasus sehingga mencapai 6.779 kasus.

Kasus positif bertambah mencapai 1.226 kasus sehingga total akumulasi mencapai 1,26 juta kasus.

Adapun jumlah orang yang dites usap dengan metode polymerase chain reaction (PCR) dalam satu pekan terakhir mencapai sekitar 60.000 orang dengan tingkat persentase positif sepekan terakhir mencapai 9,6 persen.

Jumlah orang yang dites usap PCR sesuai target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk DKI Jakarta dalam sepekan adalah 10.645 orang. (OL-7)

BERITA TERKAIT