22 June 2022, 17:35 WIB

Kasus DBD di Kota Tangerang Terus Meningkat


Sumantri | Megapolitan

KASUS Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tangerang, Banten, terus meningkat. Berdasarkan catatan di Dinas Kesehatan Kota Tangerang hingga Juni 2022, kasus tersebut mencapai 331 pasien.

Jumlah itu lebih besar bila dibandingkan dengan kasus yang sama pada tahun sebelumnya (2021) yang jumlah pasiennya sebanyak 224 orang.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Dini Anggraeni, Rabu (22/6), untuk menangani kasus tersebut, pihaknya sudah menurunkan kader-kadernya di seluruh Puskesmas di 13 kecamatan se-Kota Tangerang untuk melakukan pengecekan kesehatan hingga ke rumah-rumah warga.

Selain itu, lanjutnya, juga ke sektor-sektor perkantoran. Mengingat potensi terkena DBD bisa di mana saja, baik rumah, sekolah, maupun kantor.


Baca juga: Polisi Udara di Jakarta Tinggi, Anies: 4 Tahun Ini Genjot Tranportasi Publik


Dini mengimbau kepada warga agar lebih peduli mengantisipasi kasus DBD tersebut, dengan melakukan sederet pencegahannya. Mulai dari menguras bak mandi seminggu sekali, membersihkan seluruh penampungan air, pasang kasa atau kelambu nyamuk, jangan menumpuk atau menggantung baju, gunakan lotion anti nyamuk, dan pangkas atau bersihkan tanaman liar di pekarangan rumah.

Bisa juga, tambahnya, menghias rumah dengan menggunakan tanaman anti nyamuk alami. Tapi yang lebih penting, kata dia, adalah selalu menjaga daya tahan tubuh dengan olahraga dan makanan sehat yang bergizi.

Apabila ada keluarga yang mengalami gejala DBD, seperti mendadak panas tinggi lebih dari dua hari, tampak bintik-bintik merah pada kulit, mimisan, muntah, nyeri di ulu hati, hingga tangan dan kakinya dingin dan berkeringat lakukan tindakan awal dengan memberikan minum yang banyak, kompres dengan air hangat, beri obat penurun panas, dan segera bawa ke Puskesmas atau rumah sakit.

Dinkes pun, kata dia, sudah menyurati camat, lurah, dan sekolah-sekolah di Kota Tangerang, agar mewaspadai penyakit tersebut dengan meningkatkan gerakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), gotong royong bersih-bersih lingkungan, hingga kembali menggalakan program satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik). (S-2)

BERITA TERKAIT