21 June 2022, 22:30 WIB

Polisi Akan Selidiki Acara Bungkus Night 1 yang Terindikasi Pesta Seks


Rahmatul Fajri | Megapolitan

KEPOLISIAN berjanji akan menyelidiki lebih lanjut terkait acara 'Bungkus Night' di sebuah tempat spa di Jakarta Selatan. Diketahui, acara 'Bungkus Night' tersebut merupakan gelaran kedua. Adapun 'Bungkus Night' gelaran pertama telah diselenggarakan pada Maret lalu.

"Kita menemukan bahwa ada volume satu yang mereka lakukan. Yang saya katakan itu ada di bulan Maret ya yang mereka lakukan," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit, ketika dihubungi Selasa (21/6).

Meski demikian, Ridwan belum mendapatkan informasi lebih lanjut soal teknis serta modus penyelenggaraan acara tersebut. Ia mengatakan pihaknya masih mendalami lebih lanjut adanya 'Bungkus Night' pertama dengan meminta keterangan sejumlah peserta.

"Teknis, modusnya masih kita dalami. Kita masih menggali terkait partisipannya," ujar Ridwan.

Lebih lanjut, Ridwan menjelaskan, sejauh ini pihaknya telah menetapkan 5 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Kelima orang tersebut juga akan diperiksa terkait 'Bungkus Night' pertama.

"Kita akan minta pertanggungjawaban terkait kegiatan volume satu, meskipun memang sebagian besar orang yang sudah kita tersangkakan ini sebagai penanggungjawab di volume satu," pungkasnya.

Diketahui, acara 'Bungkus Night' rencananya digelar di Hamilton Spa di Ruko Grand Wijaya, Jakarta Selatan pada 24 Juni 2022. Acara tersebut viral di media sosial dan polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Ridwan menjelaskan berdasarkan keterangan dari tersangka, 'Bungkus Night' merupakan acara yang digelar untuk memfasilitasi peserta untuk berhubungan badan.

"Berdasarkan keterangan yang kita ambil dari mereka, yang dimaksudkan bungkus itu maksudnya hubungan badan, hubungan seks, hubungan intim gitu intinya," katanya.

Polisi kemudian menetapkan lima tersangka dan menjeratnya dengan UU Pornografi atau UU RI nomor 44 tahun 2008 pasal 30 jo pasal 4. Lalu, UU ITE yakni terkait dengan penyebaran berbau pornografi di media sosial.

Terpisah, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengatakan Hamilton Spa terancam ditutup secara permanen. Mengacu pada Pasal 55 Pergub DKI Jakarta Nomor 18 Tahun 2018 menyatakan setiap pengusaha yang terbukti menyajikan dan/atau memperdagangkan manusia sehingga terjadinya perbuatan asusila dan/atau prostit-usi di lokasi tempat usaha pariwisata dalam satu manajemen dilakukan pencabutan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) secara langsung tanpa melalui tahapan sanksi teguran tertulis pertama, teguran tertulis kedua, teguran tertulis ketiga.

"Tindakan sanksi yang bisa dikenakan adalah penutupan secara permanen dan pencabutan izin. Kalau dia ada izin maka izinnya akan kita cabut," kata Arifin.

Arifin mengingatkan semua pengelola tempat hiburan, seperti kafe, dan spa mematuhi peraturan yang ada dan tidak menggelar kegiatan yang berhubungan dengan tindakan asusila. (OL-13)

Baca Juga:  Bangkrut, Sri Lanka Izinkan Wanita Muda Bekerja di Luar Negeri

BERITA TERKAIT