21 June 2022, 15:02 WIB

Polisi Dalami Bungkus Night Volume I yang Terindikasi Pesta Prostitusi


Dody Soebagio (MGN)/Narendra Wisnu Karisma (SB) |

SETELAH menetapkan lima tersangka dalam acara yang terindikasi prostitusi berkedok Bungkus Night, polisi kini tengah menyelidiki acara yang sama dan digelar pada 10 Maret 2022 lalu. Penyidik akan memeriksa para pekerja yang bekerja di Hamilton Spa and Massage, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Kita sudah menggali namun belum kita dalami, dengan adanya acara bungkus night volume satu yang terjadi di bulan Maret, seperti ada indikasi kegiatan prostitusi, di mana partisipasinya adalah mereka yang bekerja di sana, dan juga orang-orang yang mereka undang," ujar Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKB Ridwan Soplanit, Selasa (21/6/2022).

"Dari beberapa keterangan baru menanyakan tapi belum ada deal-dealan untuk ikut dalam acara tersebut, tapi mereka menyediakan nomor khusus," imbuhnya.

Selain itu, lanjut Ridwan, timnya sedang melakukan investigasi terkait keuntungan yang didapat dari acara tersebut. Penyidik terus mendalami modus-modus yang dilakukan oleh para tersangka dalam mempromosikan kegiatan prostitusi itu.

"Kita masih investigasi apakah ini mendapatkan keutungan besar atau ada hal-hal lain yang menjadi modus mereka," tuturnya.

Diketahui pesta Bungkus Night merupakan acara yang digelar untuk berhubungan badan. Rencananya pesta tersebut digelar pada 24 Juni 2022. Pesta Bungkus Night viral di media sosial karena poster acara ini memuat sejumlah keterangan bermuatan sensual.

Polres Metro Jaksel telah menetapkan 5 tersangka terkait acara yang terindikasi prostitusi tersebut. Tersangka pertama bertugas untuk membuat ide dan kerangka awal. Dari kerangka awal, didesain tersangka kedua.

Sementara itu, tersangka ketiga bertugas untuk mengunggah poster yang telah didesain ke akun Instagram @hamilton.urbanica. Polisi juga menetapkan direktur serta manajer regional sebagai tersangka keempat dan kelima.

Para tersangka dijerat pasal berlapis akibat perbuatan tersebut, yakni Pasal 30 juncto Pasal 4 Undang-Undang (UU) Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Mereka juga dikenakan pasal terkait dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (Ren/A-3)

BERITA TERKAIT