20 June 2022, 18:37 WIB

Polusi Udara Jakarta Jadi Sorotan, Pengamat: DKI Harus Rajin Sidak Pabrik-Pabrik Industri


Hilda Julaika |

PENGAMAT Tata Kota, Nirwono Joga ikut menyoroti polusi udara yang tinggi di Jakarta beberapa hari ke belakang. Ia menyarankan agar Pemprov DKI Jakarta lebih tegas dalam mengawasi pabrik-pabrik industri yang menjadi salah satu penyumbang polusi udara.

“Dinas LH SKI harus lebih sering melakukan sidak ke pabrik-pabrik industri,” kata Nirwono kepada Media Indonesia, Senin (20/6).

Baca juga: Pelaku Penyerangan Terhadap Warga di Jaktim Beli Senpi di Marketplace

Ia meneruskan, jika ditemukan pelanggaran pembuangan gas polutan maka harus segera dilakukan penindakan.

“Harus segera ditindak, disegel, hingga diperbaiki baku mutu udaranya. Jika membandel, pabrik harus ditutup,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya pun mendorong masyarakat beralih menggunakan angkutan umum/transportasi massal untuk bepergian jarak sedang-jauh. Serta berjalan kaki di trotoar dan di jalur sepeda untuk jarak dekat.

Untuk mewujudkannya, Pemprov DKI Jakarta harus menerapkan integrasi seluruh moda angkutan umum/transportasi massal baik sistem tiket (1 harga 1 perjalanan untuk semua angkutan) dan infrastruktur terpadu (halte/staisun/terminal/jpo). Kemudian, didukung pengembangan kawasan berorientasi transportasi terpadu (TOD). 

Sebelumnya, Lembaga data kualitas udara, IQ Air kembali menempatkan kualitas udara Jakarta pada posisi pertama di dunia sebagai kota dengan kualitas udara terburuk pada Jumat (17/6) pagi.

Lembaga data kualitas udara, IQ Air melalui laman resmi di Jakarta, mencatat kualitas udara di Jakarta hingga pukul 07.50 WIB mencapai indeks 160.

Adapun indeks kualitas udara berdasarkan standar Amerika Serikat (AQ US) menggolongkan indeks 151 hingga 200 merupakan kategori udara yang tidak sehat. Konsentrasi "particulate matter" (PM) 2.5 mencapai 14,6 kali lipat di atas standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

PM 2.5 merupakan polutan pencemar udara yang paling kecil dan berbahaya bagi kesehatan tubuh.

IQ Air menyarankan masyarakat untuk menggunakan masker, menghidupkan pemurni udara, menutup jendela dan menghindari aktivitas di luar rumah.

Sebelumnya, pada Rabu (15/6) kualitas udara Jakarta juga menduduki posisi pertama di dunia dengan indeks kualitas udara tidak sehat mencapai 188 pada pukul 11.00 WIB. (OL-6)

BERITA TERKAIT