31 May 2022, 15:00 WIB

Faktor Ekonomi Dorong Ayah Aniaya Anak Kandung di Tanjung Duren


Hilda Julaika |

POLSEK Tanjung Duren Jakarta Barat mengamankan seorang ayah berinisial EES, 40, yang tega menganiaya anak kandungnya di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat. Motif pelaku melakukan penganiayaan tersebut karena faktor ekonomi.

"Pelaku terpancing amarah saat kedua anak pelaku tak membalas panggilannya. Ia lalu naik pitam kemudian melempar gelas dan botol kaca yang berada di dapur rumah pelaku," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Moch Taufik Iksan, Selasa (31/5).

Dalam kesempatan yang sama Kapolsek Tanjung Duren Komisaris Muharram Wibisono mengatakan pelaku dengan istrinya sering cekcok karena kondisi ekonomi keluarga. "Pelaku menganggur kemudian sering terjadi cekcok," ucapnya.

Kondisi seperti itu menimbulkan emosi terpendam oleh pelaku dan kerap emosi. "Tak hanya melakukan penganiayaan terhadap anaknya, pelaku juga pernah melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap istrinya tetapi diselesaikan secara kekeluargaan," terang Kapolsek.

Kejadian kekerasan yang dilakukan oleh pelaku berawal ketika menyuruh anaknya ke warung untuk membeli sesuatu barang dengan cara berutang. Karena diminta berutang, anak pelaku tidak mau karena malu. Kemudian pelaku emosi dan melemparkan gelas dan botol kaca yang ada di dapur lalu melakukan penganiayaan dengan memukul terhadap MRI dan MA yang merupakan anak pelaku. 

"Pelaku memukul MRI dengan menggunakan tangan kanan yang mengepal ke dahi sebanyak 1 kali dan pelipis mata kiri sebanyak 2 kali dan menggunakan pipa paralon dipukulkan ke perut sebanyak 1 kali," paparnya. Sedangkan MA dipukul menggunakan tangan kanan yang mengepal ke pipi kanan dan perut. Sedangkan kuping kanan, lengan kiri, dan perutnya dipukul menggunakan pipa paralon yang dipegang di tangan kanan pelaku.

Tak hanya di situ, EES melakukan penganiayaan dengan melempar betis kanan korban menggunakan beling pecahan gelas.
Setelah selesai membersihkan pecahan beling, pelaku kemudian naik ke lantai 2 untuk istirahat di kamarnya. Akibat kejadian pemukulan tersebut MRI mengalami sakit pada kepala dan perutnya. MA mengalami luka sobek pada betis kaki kanan, pipi kanan memar, perut memar kemerahan.

Baca juga: Tawuran Lempar Botol di Petamburan, Polisi Amankan 11 Remaja

Muharram menjelaskan, kemudian pada Minggu (22/5) pelaku diusir oleh adik istrinya karena melakukan pengerusakan pintu ruang tengah dan melakukan kekerasan terhadap anak di rumah pelaku. Akibat insiden tersebut kemudian istri melaporkan pelaku ke Polsek Tanjung Duren Jakarta Barat.

Pelaku berhasil diamankan empat hari setelah laporan diterima. Pelaku berhasil diamankan di rumah orangtuanya di daerah Tegal Jawa Tengah. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 44 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan atau Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU NOmor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (OL-14)

BERITA TERKAIT