29 May 2022, 21:00 WIB

KAI Diminta Tinjau Ulang Penghapusan KRL Bogor-Tanah Abang


Insi Nantika Jelita |

PT Kereta Api Indonesia (KAI) diminta meninjau ulang perubahan rute KRL Commuter Line menuju Tanah Abang. Pasalnya, KRL dari Bogor, Depok, dan Nambo tak lagi melintasi Stasiun Tanah Abang.

Adanya pelaksanaan switch over (SO) ke-5 di Stasiun Manggarai, pengguna KRL Bogor, Depok dan Nambo yang menuju Stasiun Tanah Abang, Stasiun Sudirman, dan Stasiun Kampung Bandan dan Stasiun Jatinegara hanya transit di Stasiun Manggarai. Hal ini menyebabkan kepadatan di Manggarai. 

Tim Advokasi Pemantau Transportasi Publik yang terdiri dari Johan Imanuel, Julius Simanjuntak, James Raymond Purba menerima aduan dari masyarakat karena perubahan rute kereta commuterline yang mendadak.

"Kami menerima aduan dari beberapa masyarakat yang mengaku bertempat tinggal di Depok merasa resah karena adanya perubahan rute tersebut. Perlu ditinjau ulang kebijakan ini," kata Johan dalam siaran pers, Minggu (29/5). 

Dengan menumpuknya pengguna KRL di Stasiun Manggarai, praktis penumpang berebutan saat naik kereta. Hal ini menjadi kekhawatiran Tim Advokasi Pemantau Transportasi Publik soal keselamatan masyarakat. 

Baca juga : Hindari Kepadatan Peron 6 dan 7 Stasiun Manggarai, KAI Commuter Operasikan 3 Kereta Pengumpan

Tim Advokasi pun mengingatkan KAI untuk selalu mengedepankan suara masyarakat sehingga menyarankan perubahan rute tersebut ditinjau kembali atau dicarikan solusi lainnya agar tidak menghambat mobilitas masyarakat. 

Dihubungi terpisah, salah satu masyarakat yang mengadu ke Tim Advokasi, Winarso, mendesak KAI untuk menghapus kebijakan perubahan rute itu. 

"Tolong lah jangan menghambat mobilitas masyarakat dalam melakukan perjalanan," pintanya. 

Winarso mengusulkan ada kereta langsung rute Stasiun Depok ke Stasiun Angke, Jakarta Barat, misalnya untuk sementara waktu sampai pengembangan Stasiun Manggarai terselesaikan. (OL-7)

BERITA TERKAIT