25 May 2022, 22:26 WIB

Evaluasi HBKB, Koalisi Pejalan Kaki Soroti Rendahnya Pemindaian Peduli Lindungi


Putri Anisa Yuliani |

KOALISI Pejalan Kaki menyoroti beberapa hal selama pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) yang dilakukan pada Minggu (22/5) kemarin. HBKB akhir pekan lalu adalah HBKB pertama yang digelar Pemprov DKI setelah dua tahun ditiadakan selama pandemi covid-19.

Pendiri Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus, mengatakan, salah satu hal yang disoroti adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk memindai QR code melalui aplikasi Peduli Lindungi. Padahal, pemindaian tersebut penting guna mencatat jumlah warga yang datang beraktivitas di lokasi-lokasi HBKB.

Pemindaian itu juga berperan menskrining warga yang statusnya boleh berpergian. Seperti diketahui, apabila ada warga yang melakukan tes covid-19 dan hasilnya positif, aplikasi Peduli Lindungi akan memberikan catatan berwarna merah yang artinya warga tersebut dilarang bepergian. Sementara bila statusnya berwarna hijau, warga tersebut aman untuk bepergian.

"Nah di rapat evaluasi kemarin juga jadi sorotan terkait dengan masih sedikitnya publik yang melakukan pemindaian QR code," kata Alfred saat dihubungi, Rabu (25/5).

Ia pun menyayangkan hal ini karena sepatutnya, masyarakat sudah terbiasa melakukan pemindaian. Terlebih pandemi sudah berjalan selama dua tahun. 

Baca juga : Koalisi Pejalan Kaki Minta Satgas Penanganan Covid-19 Bikin Panduan HBKB

Petugas di lapangan sudah cukup proaktif dengan selalu mengingatkan agar masyarakat melakukan pemindaian serta selalu membawa-bawa poster berisi gambar QR code.

"Hal-hal seperti ini juga butuh kesadaran dari masyarakat. Kita pandemi sudah dua tahun masa masih belum terbiasa," ujarnya.

Di sisi lain, guna meningkatkan jumlah warga yang melakukan pemindaian QR code, Alfred merekomendasikan agar warga diminta melakukan pemindaian sejak turun dari angkutan umum seperti MRT Jakarta, KRL, maupun Transjakarta.

"Karena orang hari Minggu turun dari tempat transit otomatis mayoritas akan bertujuan ke HBKB itu. Jadi begitu keluar dari stasiun atau halte langsung diarahkan untuk memindai saja di situ. Jangan seperti kemarin, saya turun di Stasiun Sudirman tapi baru memindai ketika masuk Bundaran HI. Kan itu namanya sudah di dalam area," terangnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT