19 May 2022, 13:04 WIB

Anies Masih Banyak PR di Masa "Injury Time"


Putri Anisa Yuliani |

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan sebentar lagi akan mengakhiri masa jabatannya. Namun, politikus PDI Perjuangan, Ida Mahmudah, mencatat Anies masih memiliki segudang pekerjaan rumah yang belum diselesaikannya di masa 'injury time' ini.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta itu menyebut salah satu program yang belum tercapai adalah pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu antara (FPSTA) atau Intermediate Treatment Facility (ITF). Dari total target empat ITF yang dibangun oleh Anies, baru satu lokasi ITF yang resmi dilakukan peletakkan batu pertama (groundbreaking) pembangunannya yakni di Sunter, Jakarta Utara yang direncanakan menggunakan dana investor.

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang diamanatkan Anies untuk membangun ITF Sunter sampai hari ini belum memberikan kabar baik terkait investor baru untuk mendanai pembangunan tersebut setelah investor asal Finlandia angkat kaki karena pandemi covid-19. Setidaknya dibutuhkan US$ 340 juta untuk membangun ITF Sunter yang ditargetkan bisa mengolah 2.200 ton sampah per hari menjadi listrik.

Begitupun BUMD lainnya yakni Perumda Sarana Jaya yang diamanatkan membangun ITF di dua lokasi belum mendapatkan pendanaan pembangunan.

"Ternyata sampai hari ini sudah ada peletakan batu pertama tapi berkali-kali batu pertama dan tidak ada batu keduanya. Mudah-mudahan masih ada sisa waktu berapa bulan ini ada kabar baik dari Jakpro maupun Sarana Jaya. Walaupun nanti pembangunannya baru beberapa bata minimal sudah ada pembangunan di masa tinggal berapa bulan lagi kan," ujar Ida saat dihubungi, Kamis (19/5).

Baca juga: Pemprov DKI Dorong SMK Lakukan Program Keahlian Unggulan

Selain itu, Anies juga dinilai gagal mewujudkan pembangunan rumah DP 0 rupiah. Sebelumnya ditargetkan Pemprov DKI dapat membangun 14 ribu unit rumah DP 0 rupiah dan sisanya sebanyak 200 ribu unit bakal dibangun oleh swasta. Meskipun sudah banyak rumah Dp 0 rupiah yang dibangun, Ida mengkritisi lokasi pembangunannya yang tidak merata di seluruh wilayah kota administrasi di Jakarta.

Ia pun meminta kepada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI agar lebih memperhatikan lokasi pembangunan. Ia mendorong agar banyak rumah DP 0 rupiah di bangun di kawasan Jakarta Selatan karena wilayah tersebut cukup banyak warga yang terdampak penggusuran kedepannya sebagai dampak kebijakan normalisasi sungai.

Jika rusun maupun rumah DP 0 rupiah yang dibangun terlalu jauh dari lokasi sebelumnya warga berasal, ia khawatir kehidupan sosial dan ekonomi warga akan semakin memburuk.

"Masa saya dipindah di ujungnya utara kan mereka mikir. Siapa tahu kalau ada rusun di selatan itu bisa dengan senang hati dipindahkan," tegasnya.

Masalah banjir juga masih menjadi pekerjaan rumah bagi Anies. Ia mengatakan, meski Jakarta tak mengalami banjir parah, hal yang menjadi catatan adalah beberapa wilayah di Jakarta tetap banjir meski hanya diguyur hujan dalam waktu singkat. Belum lagi ketika Jakarta tidak mengalami hujan justru tetap banjir karena air kiriman dari hulu. Hal ini menandakan masih ada pekerjaan rumah yang belum selesai terkait persoalan banjir. (OL-4)

BERITA TERKAIT