16 May 2022, 12:18 WIB

73,8 Persen Masyarakat Puas dengan Penyelenggaraan Mudik 2022


Yakub Pryatama W |

LEMBAGA Survei Indikator Politik Indonesia menyatakan masyarakat Indonesia menyatakan puas terhadap penyelenggaraan dan penanganan arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 2022 yang dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Kepuasan masyarakat tersebut tergambar dalam hasil survei yang dilakukan sejak tanggal 5 hingga 10 Mei 2022, 73,8% masyarakat Indonesia puas terhadap penanganan mudik.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menuturkan dalam survei itu sebanyak 61,2% masyarakat cukup puas dengan penyelenggaraan mudik tahun ini.

"12,6% sangat puas, 61,2% cukup puas, 6,8% kurang puas, 1,1% tidak puas sama sekali dan 18,3% tidak menjawab," ucap Burhanuddin.

Dari hasil survei itu, alasan paling utama masyarakat puas dengan penanganan arus mudik adalah bisa berlebaran di kampung halaman sebanyak 30%. Lalu, 27,9%, warga menyebut bahagia karena bisa kembali berkumpul bersama keluarga.

Selanjutnya, kehidupan kembali normal sebesar 17,6%. Kemudian, 6,2% warga puas akan insfratruktur dan moda transportasi yang semakin baik. Lalu, memberi manfaat perekonomian sebanyak 3,4%.

Kemudian, Lebaran menjadi lebih nikmat dirasakan oleh warga sebesar 3,4%. Syarat vaksinasi memberi rasa aman 1,9%. Kemudian menjawab lainnya sebanyak 6,4% dan 3,1% tidak menjawab.

Baca juga:  Masyarakat Puas Kinerja dari Pemerintah dan Polisi Tangani Arus Mudik

Burhanuddin menekankan, kepuasan masyarakat tersebut lantaran tahun ini Pemerintah memperbolehkan masyarakat untuk mudik setelah dua tahun adanya larangan mudik akibat pandemi covid-19.

"Dukungan publik terhadap pelonggaran pembatasan pergerakan sehingga warga bisa mudik mencapai lebih dari 91,3%, dan 73,8% warga puas terhadap kinerja pemerintah dalam menangani arus mudik Lebaran tahun ini," tutur Burhanuddin.

Dalam survei rilis ini, Indikator menggunakan metode kontak telepon kepada responden. Target populasi survei ini adalah warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon/cellphone, sekitar 83% dari total populasi nasional.

Pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD). RDD adalah teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak. Dengan teknik RDD sampel sebanyak 1.228 responden dipilih melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan screening.

Margin of error survei diperkirakan ± 2.9% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling. Wawancara dengan responden dilakukan lewat telepon oleh pewawancara yang dilatih.(OL-5)

BERITA TERKAIT