06 June 2016, 18:49 WIB

Bus AKDP Dilarang Dipakai Mudik


micom | Megapolitan

BADAN Pengelola Transportasi Jabodetabek, melarang bus antarkota dalam provinsi (AKDP) digunakan untuk mudik Lebaran. Kepala BPTJ Elly Sinaga saat meninjau pemeriksaan kelaikan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Bus Kalideres, Jakarta Barat, Senin (6/6) mengatakan bus AKDP memiliki standar yang berbeda dengan bus AKAP.

"Ingat, nanti bus AKDP kalau Lebaran jangan dijadikan bus AKAP karena standar kelaikan, SPM (standar pelayanan minimum) dan persyaratan
kelaikannya beda," tukasnya.

Elly menegaskan akan sangat berbahaya apabila bus AKDP dibawa untuk perjalanan jarak jauh karena memang diperuntukan jarak dekat. "AKDP penumpang berdiri masih boleh, kalau bus AKAP tidak boleh ada penumpang yang tidak duduk," ujarnya.

Dalam pengecekan tersebut, dia mengaku kecewa karena hanya 20 persen bus yang dinyatakan laik.

Untuk itu dilakukan penandatanganan komitmen bersama yang mencakup unsur kesiapan pengemudi, kendaraan, fasilitas pelayanan terminal kepada penumpang dan awak kendaraan sesuai dengan Standar Pelayanan Penyelenggaraan Terminal yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 40 Tahun 2015.

Salah satu bus yang diperiksa salah satu bus Sahabat jurusan Cirebon terpaksa harus menurunkan kembali para penumpang dan barang bawaannya karena bus tersebut tidak laik jalan. Selain itu, juga membawa sepeda motor di ruang penumpang dan sangat membahayakan.

"Bus tersebut harus tidak berangkat karena sangat membahayakan penumpang. Tidak ada alat-alat keselamatan, kaca pecah, dan yang fatal yaitu bannya tidak sehat. Ada mur yang patah," tegas Elly sesaat setelah meminta bus AKAP yang membawa motor tersebut.

Selain pengecekan langsung penerapan kesepakatan di terminal, BPTJ mulai Senin 6 Juni hingga 24 Juni ini juga melakukan aksi ramp check di 10 terminal guna memastikan keselamatan angkutan Lebaran 2016.

Elly mengatakan ramp check direncanakan akan berlangsung di sepuluh terminal utama angkutan Lebaran yaitu Terminal Kalideres, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulogadung, Terminal Bekasi, Terminal Baranangsiang, Terminal Depok, Terminal Rawamangun, Terminal Poris Plawad, Terminal Pulo Gebang, dan Terminal Pondok Cabe.

"Saya mau ramp check ini dilakukan serius, tidak sampling. Bus yang akan diperiksa oleh BPTJ adalah bus AKAP saja," imbuhnya. (Ant/OL-2)

BERITA TERKAIT