10 May 2022, 14:13 WIB

KCN Inisiasi Uji Kualitas Udara dan Periksa Kesehatan Gratis


Mediaindonesia.com |

BADAN Usaha Pelabuhan Marunda, PT Karya Citra Nusantara (KCN), menginisiasi pengujian kualitas udara serta pemeriksaan kesehatan di lingkungan permukiman yang berada di wilayah operasinya. Inisiasi pengujian kualitas udara dan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut mengajak pihak Kelurahan Marunda untuk berkolaborasi dalam kegiatan tersebut.

Rencana pengujian kualitas udara di lingkungan permukiman warga dan pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga yang mengeluhkan gangguan kesehatan bekerja sama dengan Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat Gatot Subroto. Hal itu merupakan salah satu bentuk perhatian perusahaan kepada warga sekitar wilayah Pelabuhan Marunda.

"Sebagai bentuk tanggung jawab kami terhadap keluhan warga yang berdampak pada kesehatan di kawasan Marunda, PT KCN telah berkoordinasi dengan Kelurahan Marunda untuk rencana kegiatan pemeriksaan kesehatan oleh tim kedokteran RSPAD Gatot Subroto dan pengukuran kualitas udara di kawasan permukiman," kata Kepala Tim Penanganan Lingkungan Hidup PT KCN Erick Satyamulya di Jakarta, Selasa (10/5).

Menurut Erick, PT KCN mengadakan rapat persiapan untuk kegiatan pemeriksaan kesehatan di Kantor Lurah Marunda sejak 11 April 2022. Namun warga menolak dilakukan pemeriksaan kesehatan sehingga saat ini masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pihak kelurahan. Warga pun menolak pengukuran kualitas udara di permukiman Marunda dan saat ini juga masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pihak kelurahan.

Sebelumnya Kepala Kesyahbandaran dan otoritas Pelabuhan (KSOP) Marunda Kapten Isa Amsyari meminta KCN untuk mengukur ulang terhadap kualitas udara kawasan Marunda agar hasilnya bisa memberikan perimbangan data terkait kualitas udara. Menurut Isa, berdasarkan hasil diskusi untuk mencari solusi atas pencemaran udara dengan warga pada 31 Januari 2022, warga mengusulkan dua hal, salah satunya pelayanan kesehatan gratis terhadap warga Marunda.

Yang kedua, truk pengangkut batu bara ditutup memakai terpal selama aktivitas di dalam lingkungan pelabuhan hingga ke luar pelabuhan. Ini supaya tidak keluar debu batu bara.

Baca juga: Wagub Imbau Pendatang Pastikan Pekerjaan dan Tempat Tinggal Saat ke Jakarta

Yang ketiga, area stockpile harus tertutup dengan terpal. Dipasang juga jaring net supaya abu ataupun debu batu bara tidak berterbangan. 

"Itu hal-hal teknis yang sudah dilakukan saat ini. Saya rasa sudah maksimal yang dilakukan. Tinggal kami (KSOP) lakukan pengawasannya," kata Isa. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT