20 April 2022, 14:41 WIB

Interpelasi Formula E Kembali Diusulkan, Wagub: Semoga Bisa Dimusyawarahkan


Putri Anisa Yuliani |

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau yang akrab disapa Ariza berharap hak interpelasi Formula E tidak sampai bergulir kembali di DPRD DKI Jakarta. Ia tetap menghormati hak dan kewajiban anggota DPRD DKI dalam menjalankan tugasnya melakukan fungsi pengawasan anggaran.

Kendati demikian, ia berharap persoalan transparansi anggaran yang diminta oleh dua fraksi yakni PDIP dan PSI untuk bisa dijelaskan melalui interpelasi bisa dijelaskan melalui jalan lain yakni musyawarah.

"Tapi kami ingin hak-hak tersebut sejauh dapat kita bisa musyawarahkan, kita diskusikan dan selesaikan bersama. Tidak mesti hak-hak yang ada di anggota dewan itu semuanya digunakan," kata Riza di Gedung DPRD DKI, Rabu (20/4).

Politikus Partai Gerindra menambahkan, hak interpelasi merupakan salah satu dari tiga hak yang dimiliki anggota dewan dan diatur dalam undang-undang. Tetapi dalam mengawasi kinerja eksekutif, dialog bisa dikedepankan.

"Namun kami berharap semua permasalahan di kota Jakarta apapun itu dapat kita selesaikan antara Pemprov DKI dengan DPRD DKI serta melibatkan masyarakat untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada di Jakarta dan bersama-sama juga kita bersinergi dan berkolaborasi membangun kota Jakarta," tukasnya.

Baca juga: Meski Pengaspalan Sirkuit Selesai, Interpelasi Formula E Tetap Berlanjut

Sebelumnya, rapat paripurna hak interpelasi Formula E yang terselenggara pada September 2021 lalu diskors karena jumlah anggota yang hadir tak memenuhi kuorum. Hal ini disebabkan ada tujuh fraksi yang menentang hak interpelasi bergulir dan banyak anggotanya yang tidak hadir dalam rapat tersebut.

Saat ini, dua fraksi yang mengusulkan hak interpelasi Formula E yakni PDIP dan PSI pun kembali ingin melanjutkan rapat paripurna tersebut. Ketua Fraksi PSI Idris Ahmad menegaskan mereka tak bermaksud menjegal ajang internasional tersebut namun hanya menuntut transparansi anggaran pembayaran dana commitment fee sebesar Rp560 miliar yang dibayarkan oleh Pemprov DKI kepada Formula E Operation (FEO) sebagai tanda jadi ditetapkannya Jakarta sebagai tuan rumah Formula E untuk tiga musim balapan. (OL-5)

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT