22 March 2022, 13:53 WIB

PAM Jaya Layani 68% Warga DKI Jakarta


Putri Anisa Yuliani |

DIREKTUR Utama PAM Jaya Syamsul Bachri Yusuf mengemukakan bahwa cakupan layanan pipanisasi yang disediakan oleh PAM Jaya maupun rekanannya yakni Aetra dan Palyja sudah mencapai 68%.

Hal tersebut berarti masih ada 32% warga DKI yang menggunakan air tanah.

"PAM Jaya sampai saat ini baru mampu melayani masyarakat Jakarta sebesar 68%. Artinya masih ada 32% warga DKI yang belum terlayani. Maknanya apa, maknanya masih ada 32% warga DKI yang menggunakan air tanah, mengeksploitasi air tanah untuk kehidupan sehari-hari," ujarnya dalam peringatan Hari Air Sedunia yang disiarkan secara virtual, Selasa (22/3).

Pihaknya pun terus mengebut pengerjaan pembangunan pipa untuk distribusi air bersih ke berbagai wilayah yang belum terlayani.

Syamsul melanjutkan, PAM Jaya diberikan penugasan oleh Pemprov DKI agar bisa melayani 100% warga DKI pada 2030. Guna mencapai hal tersebut, Syamsul menyebutkan setidaknya dibutuhkan tambahan 11 ribu liter perdetik tambahan pasokan air bagi warga Jakarta.

Baca juga: Disdik DKI Tunggu Aturan PTM 100 Persen dari Pemerintah Pusat

"Selain itu juga harus dibangun 4.200 km pipa jaringan distribusi air," tukasnya.

Untuk tambahan pasokan air baku, Pemprov DKI telah bekerja sama dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yakni membangun sistem penyediaan air minum (SPAM) yakni SPAM Jatiluhur dan SPAM Karian.

Untuk SPAM Karian yang dibangun dengan konsep KPBU bernilai Rp2,4 triliun ditargetkan selesai pada 2024 dan mampu mengalirkan air baku sebesar 3.200 liter per detik untuk DKI Jakarta.

Sementara untuk SPAM Jatiluhur juga ditargetkan selesai pada 2024 dengan hasil air baku sebesar 4.750 liter per detik untuk melayani warga di daerah DKI Jakarta, dan sebagian Jawa Barat. (OL-4)

BERITA TERKAIT