22 February 2022, 15:15 WIB

101 Hari Jelang Gelaran Formula-e, Lahan Sirkuit Belum Tersentuh


Selamat Saragih |

KALENDER ajang balap mobil listrik Jakarta Formula E-Prix 2022 menunjukkan hari 101 menjelang penyelenggaraan. Tapi persiapan pembangunan proyek penyelenggaraan Formula E Jakarta itu belum terlihat ada kemajuan secara signifikan. Terutama bagian pembangunan sirkuit yang berlokasi di Ancol, Jakarta Utara.

Pengamatan di lapangan terhadap progres program pembangunan itu (Selasa, 22/2) tampak lokasi sirkuit Formula E masih dalam tahap pengerasan untuk bagian jalanan yang sudah diaspal sebelumnya. Namun khusus bagian tanah berlumpur yang disebut pernah menjadi tempat pembuangan lumpur kali dan sisa proyek MRT hingga kini belum tersentuh sama sekali.

Karena itulah, kata Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, merasa yakin pembangunan sirkuit Formula E itu tidak bisa rampung tepat waktu.

Sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta juga menyatakan hal yang sama dengan ketua dewan. Seperti diungkapkan Gembong Warsono, ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta. Sejak awal dalam rencana pembangunan sirkuit di Ancol, pihaknya selalu pasimis proyek itu selesai tepat waktu.

Ketika ditanyakan kepada beberapa pekerja konstruksi, mereka menjawab, pembangunan sirkuit Formula E sudah berjalan selama dua pekan. Dua pekan tersebut merupakan waktu pengerasan area yang sudah diaspal.

Baca juga: Alami Krisis Air Bersih, Warga Muara Angke Datangi Kantor Anies

"Hampir dua pekan dilakukan pembangunan, dilakukan untuk pengerasan," kata seorang pekerja konstruksi yang meminta namanya tidak disebut.

Kondisi tersebut membuat Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta, Pandapotan Sinaga, semakin tidak yakin pembangunan sirkuit bisa berjalan sesuai jadwal.

"Saya enggak percaya (bisa dibangun tepat waktu)," kritik Pandapotan.

Bukan tanpa alasan, lanjutnya, jika saat ini lahan yang sudah keras saja masih butuh waktu dua minggu untuk dilakukan pengerasan. Maka dipastikan lahan berlumpur di sisi timur sirkuit jauh lebih lama untuk dilakukan pengerasan.

"Kalau di sana keadaan lumpur, sedangkan lahan yang sudah keras dan diaspal saja masih dipasang bambu-bambu (untuk pengerasan)," ujar Pandapotan.(OL-4)

BERITA TERKAIT