09 February 2022, 09:10 WIB

Angka Kematian Gelombang 3 Lebih Rendah, Anies: Tetap Harus Dicegah


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PARA pakar kesehatan telah menyatakan Indonesia memasuki gelombang ketga covid-19. Di Jakarta saat ini yang menjadi episentrum covid-19 telah terdapat 80.162 kasus aktif di mana 62.941 kasus adalah warga yang menjalani isolasi mandiri dan sisanya 13.872 kasus menjalani perawatan di RS rujukan covid-19.

Terkait hal itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam video yang diunggahnya di akun Instagram @aniesbaswedan, mengungkapkan meskipun jumlah kasus harian telah melampaui puncak kasus harian pada gelombang kedua tahun lalu, angka kematian pada gelombang tahun ini lebih rendah.

"Untuk angka kematian dapat kita sampaikan bahwa trennya tidak mengikuti tren gelombang kedua. Bila pada saat puncak gelombang kedua yang lalu angka kematian positif Covid-19 mencapai 200-an dalam sehari. Saat ini angka kematian Covid-19 dalam kisaran 30 per hari," kata Anies, kemarin.

Ia melanjutkan, walaupun angka kematian ini jauh lebih rendah dibandingkan saat gelombang Delta tapi seluruh pihak harus sadar bahwa satu kematian masih terlalu banyak dan harus bisa dicegah semaksimal mungkin.

"Kematian yang lebih rendah ini bisa disebabkan karena beberapa faktor diantaranya sifat dari varian Omicron sendiri yang tidak seganas varian Delta, tapi juga faktor vaksinasi dan kekebalan warga Jakarta yang sudah jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu. Kebanyakan kasus kematian masih didominasi oleh warga yang belum mendapatkan vaksinasi dosis lengkap," tuturnya.

Untuk itu, Anies mengingatkan kepada warga agar segera menuntaskan vaksinasi covid-19 bila sudah mendapatkan tiket vaksin. Selain itu, bila sudah mendapatkan tiket vaksin ketiga atau booster, Anies menyarankan warga segera mendatangi fasilitas kesehatan.

"Juga bisa booking lewat aplikasi JAKI atau datang langsung ke fasilitas kesehatan," tandasnya. (OL-13)

Baca Juga: PPKM di Jabodetabek Naik ke Level 3, Ini Kata Wagub DKI

BERITA TERKAIT