07 February 2022, 20:37 WIB

Terapkan PJJ, SDI Bina Cendekia Tangsel Utamakan Keselamatan Siswa dan Guru


Syarief Oebaidillah |

SEIRING dengan Surat Edaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dihentikan dan diganti ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Sejumlah sekolah di Tangsel telah menggelar pelaksanaan PJJ hingga dua pekan ke depan.

"Selama dua  pekan SDI  Bina Cendekia mengikuti aturan tersebut. Karena kami lebih mengutamakan kesehatan dan keamanan siswa dan guru," kata Kepala Sekolah SDI Bina Cendekia Hadi Ismanto kepada Media Indonesia, Senin (7/2).

Selama PJJ pihaknyamenggunakan zoom untuk pembelajaran. Selain itu, materi dan referensi juga di unggah di google classroom. "Semoga selama PJJ, pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. Siswa dapat belajar dan berinteraksi dengan guru dan temannya meski melalui tatap maya," ujarnya.

Hadi Ismanto  berharap pandemi dan penyebaran virus ini segera berakhir sehingga siswa dapat kembali belajar tatap muka di sekolah. Hal ini dikarenakan siswa perlu berinteraksi secara langsung dengan temannya dan juga guru agar terjalin hubungan emosional yang baik. "Tentunya juga kebiasaan-kebiasaan positif yang mulai pudar saat PJJ bisa kembali dibangun pada siswa agar karakter baiknya dapat terbangun dengan baikm," jelasnya.

Ditanya tentang para siswa juga orang tua yang dikhawatirkan menurun dalam semangat belajar PJJ ini,  Hadi memaklumi bahwa semua siswa pastinya lebih senang saat PTM di sekolah. Begitu juga dengan orang tua. "Namun, kami memberikan pemahaman kepada siswa dan orang tua tentang situasi ini dan lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatannya," tandasnya.

Di hari pertama ini, lanjut dia, siswa tampak semangat mengikuti PJJ karena guru dapat mengelola pembelajaran dengan komunikatif dan interaktif sehingga PJJ dapat berjalan dengan baik.

Hal senada diungkapkan Hermayandana. Kepsek SMP N 2 Ciputat. Ia menandaskan dengan dihentikannya PTM dan beralih kr PJJ kembali para guru dan siswa tidak patah semangat. "Berikan mimpi nyata ke anak-anak sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya," tukasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT