03 February 2022, 16:15 WIB

Epidemiolog: DKI Perlu Hentikan PTM Sebulan


Hilda Julaika |

EPIDEMIOLOG dari Griffith University, Dicky Budiman, menyarankan agar pembelajaran tatap muka (PTM) 100% di wilayah Jakarta dihentikan selama sebulan. Mengingat, saat ini terjadi lonjakan kasus covid-19 di Ibu Kota dan beberapa daerah lainnya.

“Tampaknya sebulan cukup realistis ya, karena saya prediksi setidaknya awal Maret sudah melandai untuk Jawa-Bali atau aglomerasi. Tapi, tentu tidak ada yang 100% pasti, sehingga satu bulan untuk evaluasi,” tutur Dicky saat dihubungi, Kamis (3/2).

Menurutnya, saat ini terdapat risiko besar dari penyebaran covid-19. Meski banyak anak yang sudah divaksin covid-19, namun mereka tetap bisa menjadi pembawa virus yang menularkan ke orang tua di rumah.

Baca juga: Mulai Hari Ini, Daerah PPKM Level 2 Diizinkan Gelar PTM Terbatas 50%

“Bukan masalah anak-anak sudah divaksin saja, tapi ini harus punya peran dalam mencegah, memitigasi lonjakan. Karena anak-anak ini jadi penular juga ke orang tua, kakeknya, ataupun adek-adeknya yang kecil, walau dia sudah divaksin,” pungkas Dicky.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta akan mengusulkan penghentian kegiatan PTM selama sebulan. Namun, keputusan ini masih harus berdasarkan pembahasan dengan pemerintah pusat dan Satgas Penanganan Covid-19.

Di samping itu, Pemprov DKI juga mengusulkan peningkatan pembatasan mobilitas dan kerumunan. Pasalnya, wilayah Ibu Kota mengalami lonjakan kasus covid-19 dalam beberapa waktu terakhir.(OL-11)
 

 

 

BERITA TERKAIT