29 January 2022, 10:11 WIB

Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Didominasi Warga Berusia 20 Tahun ke Atas


Basuki Eka Purnama | Megapolitan

DINAS Kesehatan DKI Jakarta menyatakan warga berusia 20 tahun ke atas mendominasi rasio kasus (incident rate) penyebaran covid-19 di Jakarta.

Karena hal itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menyebut menjadi salah satu Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100% di Jakarta tetap dilanjutkan meski kasus covid-19 melonjak.

"Kami membuat kajian rasio incident rate proporsi per kelompok umur rentangnya per 10 tahun. Dari proporsi per kelompok umur tersebut, tertinggi kasusnya di rentang usia 20-50 tahun," kata Widyastuti di Balai Kota Jakarta, dikutuip Sabtu (29/1).

Baca juga: BOR Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Jakarta Meningkat, Capai 54%

Data yang disebutkan Widyastuti merupakan rasio jumlah kasus tertinggi per 20 Desember 2021-25 Januari 2022 dan dikelompokkan berdasarkan rentang 10 tahun, yakni 0-10 tahun, 11-20 tahun, 21-30 tahun, dan seterusnya.

Secara detail, kasus covid-19 paling banyak ditemukan khususnya di rentang umur 20-30 dan 30-40 tahun.

"Rentang 20-30, 30-40 paling tinggi dibanding kelompok usia yang lain," ujarnya.

Sementara untuk rentang anak sekolah, kata Widyastuti, rasio jumlah kasusnya cenderung stabil, bahkan tidak terjadi lonjakan signifikan.

"Sedangkan di usia sekolah itu tidak lebih tinggi artinya stabil, tidak terjadi lonjakan yang tinggi tiba-tiba, namun stabil," tutur
Widyastuti.

Lebih lanjut, Widyastuti memastikan pelacakan kasus aktif atau active case finding (ACF) terus digencarkan di sekolah Jakarta. Melalui ACF, Dinkes mengidentifikasi mayoritas warga sekolah yang positif covid-19 berusia 18 tahun ke atas.

"Dalam ACF yang kita lakukan dan tracing di sekolah terdampak ada yang positif, itu angka tertinggi di komunitas sekolah adalah di usia 18 tahun ke atas," ungkapnya. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT