22 January 2022, 18:52 WIB

Pendapatan Parkir di Cikini Berkurang Usai Trotoar Dilebarkan


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

KOORDINATOR parkir di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, dari Unit Pelaksana (UP) Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Salman, mengungkapkan ada perubahan yang signifikan terjadi di kawasan tersebut usai Pemprov DKI melakukan revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki serta melebarkan trotoar di kawasan tersebut.

Menurut dia, pendapatan parkir di kawasan itu jauh menurun saat trotoar sudah selesai dibangun.

Baca juga: Cegah Omikron, Disdik Kota Bekasi Perketat Prokes PTM Terbatas

"Ya ada perubahan. Pendapatannya jauh menurun 50% sampai 70%," kata Salman dalam diskusi virtual bertajuk 'Jakarta Menuju Kota Ramah Pejalan Kaki', Sabtu (22/1).

Salman menuturkan hal ini disebabkan beberapa hal seperti area parkir kendaraan bermotor yang memang sudah berkurang karena ruang jalan dijadikan trotoar. Selain itu, para pemilik kendaraan lebih memilih memarkirkan kendaraannya di lokasi yang memiliki area parkir lebih luas seperti area TIM.

Faktor lainnya adalah banyak juga pengunjung kawasan Cikini yang kini lebih memilih berjalan kaki atau menggunakan angkutan umum untuk menuju kawasan tersebut. Kawasan Cikini sendiri merupakan kawasan bisnis, seni budaya, dan kuliner yang cukup ramai di Jakarta Pusat.

"Jadi banyak yang memilih parkir di TIM atau di toko-toko yang memiliki area parkir. Untuk parkir on street sudah berkurang," ungkapnya.

Hal tersebut pun disambut positif oleh Ketua Masyarakat Tranportasi Indonesia (MTI) DKI Jakarta Tori Darmantoro. Dalam kesempatan yang sama, Tori menilai penurunan pendapatan parkir ini menunjukkan proses keberhasilan Pemprov DKI untuk mengembalikan hak-hak pejalan kaki.

"Ya artinya proses pengembalian hak pejalan kaki untuk juga bisa berlalu lintas dengan nyaman itu sudah bisa terpenuhi di kawasan itu. Itu perkembangan yang baik," ujarnya.

Ia pun berharap, semakin banyak kawasan-kawasan seperti Cikini bisa direvitalisasi oleh Pemprov DKI Jakarta untuk bisa menumbuhkan minat berjalan kaki sekaligus memulihkan hak pejalan kaki yang selama ini direnggut oleh para pemilik kendaraan. (OL-6)

BERITA TERKAIT