20 January 2022, 19:15 WIB

Peradi Tower Bakal Hadir di Sudut Jakarta


mediaindonesia.com | Megapolitan

DEWAN Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) secara resmi memiliki gedung baru berlantai tujuh yang akan digunakan sebagai kantor sekretariat nasional. Gedung yang terletak di kawasan Jalan Ahmad Yani atau By Pass, Jakarta Timur ini, telah dibeli dari pemilik sebelumnya. 

Pelunasan pembayaran gedung telah dilakukan pihak Peradi yang dipimpin Ketua Umum DPN Peradi Otto Hasibuan di Senayan National Golf Club, Jakarta Selatan, Kamis (20/1/2022). 

"Hari ini kita sudah tuntas melakukan jual-beli tanah dan bangunan di kantor yang kita beli tujuh lantai. Pembayaran sudah kita selesaikan semuanya, jadi dengan ini kita akan gunakan secepatnya lah gedung ini untuk kepentingan Peradi," ujar Otto dalam keterangannya, Kamis (20/1/2022). 

Setelah ini, gedung akan diisi dengan furniture atau perabotan yang dibutuhkan guna mendukung aktivitas orang-orang yang bekerja untuk organisasi. Otto berharap, gedung bisa ditempati pada tahun ini. 

"Kita akan isi tentunya, ada furniture, setelah itu baru nanti kita pakai tentunya peresmian. Paling cepat lima bulan. Karena membuat furniture itu nggak mudah kelihatannya. Mudah-mudahan tahun ini bisa," jelas Otto. 

Otto menuturkan, kebutuhan akan gedung baru ini sangat mendesak bagi Peradi. Mengingat jumlah anggota Peradi yang semakin banyak, serta staf mereka yang juga terus bertambah. 

Mereka juga membutuhkan ruang-ruang untuk rapat yang representatif, dan mampu menampung lebih banyak orang. 

"Selama ini staf kita ada 43, hanya staf yang rutin setiap hari bekerja sebagai karyawan tetap. Di luar pengurus yang jumlahnya semakin besar. Pengurus harian saja sudah hampir 42 orang, belum lagi kalau rapat pleno," jelas Otto. 

"Sedangkan kita membutuhkan juga untuk tempat rapat-rapat, termasuk juga sidang-sidang Dewan Kehormatan," imbuhnya. 

Rencananya, kantor pada gedung yang lama akan tetap digunakan saat gedung baru ditempati. Gedung lama akan digunakan untuk sidang Dewan Kehormatan, termasuk rapat-rapat pimpinan, serta menampung apabila anggota atau pengurus dari daerah datang. 

"Yang baru kita gunakan untuk sehari-hari. Jadi memang urgensinya sangat penting sekali," jelas Otto. 

Sementara, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPN Peradi Hermansyah Dulaimi menambahkan, gedung baru telah sepakat dinamai Peradi Tower. 

"Di lantai 8 di top floor kita pasang logo Peradi yang sudah pernah kita launching dan tulisan Peradi. Dari jalan tol kelihatan," ujarnya. 

Setelah penandatanganan akta jual-beli (AJB) hari ini, pada Rabu gedung akan diserah-terimakan secara fisik dari pemilik lama ke Peradi. 

"Kemudian setelah itu kami akan memanggil para desainer interior untuk memasukkan penawaran. Targetnya pernah kami tanya minimal empat bulan setelah SPK keluar. Baru bisa selesai finishing," tutur Hermansyah. 

Nantinya, desainer interior ini akan merancang berbagai ruang dan sudut pada gedung. Termasuk ruang bagi Ketua Umum, Sekjen, Wakil Ketua Umum, Ketua Bidang dan lainnya. 

"Mudah-mudahan kebutuhan minimal untuk staf, pengurus dan ruang-ruang pertemuan dapat terakomodir di seluruh gedung ini," tandas Hermansyah. 

Sebelumnya, pembelian gedung baru ini disepakati saat Rapat Kerja (Raker) Pengurus DPN Peradi Tahun 2021. Awalnya ada dua gedung lainnya yang menjadi pilihan untuk dimiliki Peradi. Namun, akhirnya pilihan dijatuhkan pada gedung yang sekarang lantaran dianggap lebih mewakili Peradi, dan lokasinya strategis lantaran terlihat dari atas Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono.

"Apakah disetujui pembelian gedung ini?," tanya Otto kepada peserta rapat, Kamis (10/6/2021). 

"Setuju!," jawab peserta serempak. Mendengar respons peserta, Otto pun tak lama mengetuk palu sidang sebagai tanda persetujuan pembelian gedung tersebut. (OL-13) 

BERITA TERKAIT