13 January 2022, 18:45 WIB

Vaksinasi di Bekasi Capai 85,25 Persen


Ant |

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat menyatakan jumlah warga berstatus tervaksinasi COVID-19 di daerah itu sudah mencapai 1.732.720 jiwa atau setara 85,25 persen dari total sasaran vaksinasi.

"Capaian tersebut berdasarkan laporan fasilitas kesehatan yang terangkum pada Data Dinas Kesehatan Kota Bekasi hingga Rabu (12/1) ," kata Kepala Bagian Humas Setda Kota Bekasi Sajekti Rubiyah di Bekasi, Kamis (13/1)

Data tersebut juga mencatat sebanyak 90.688 warga kategori lanjut usia atau setara 56,1 persen serta 171.273 anak atau 72,2 persen dari total sasaran telah tervaksinasi COVID-19.

Sedangkan data capaian vaksinasi COVID-19 berdasarkan KTP Kota Bekasi telah menyasar kepada 1.828.879 jiwa atau 90,7 persen dari total sasaran, 122.084 lanjut usia atau 78,2 persen, serta 147.690 anak atau 62,2 persen.

Dia menjelaskan selain capaian vaksinasi, Pemerintah Kota Bekasi mencatat tingkat keterisian tempat tidur pasien COVID-19 tinggal menyisakan 1,87 persen dengan keterisian kamar ICU nol persen.

Ketersediaan tempat tidur di RSUD Kota Bekasi saat ini sudah nol persen sementara di 42 rumah sakit swasta tercatat 2,5 persen dan tempat isolasi terpusat yang tersebar di lima rumah sakit daerah tercatat 1,3 persen.

Sementara kasus aktif COVID-19 tinggal menyisakan 36 kasus yang tersebar di 21 kelurahan dari total 56 kelurahan se-Kota Bekasi dengan rincian dua kasus di Kelurahan Jatikramat, dua di Jatimakmur, dan dua kasus lagi di Kelurahan Jatisari.

Kemudian dua kasus di Kelurahan Jatibening serta tiga kasus di Kelurahan Margahayu. 11 kasus aktif itu terdeteksi berasal dari klaster keluarga. "25 kasus aktif lainnya bukan katagori klaster keluarga," katanya.

Pemkot mengimbau warga yang belum tervaksinasi agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan suntik vaksin demi meningkatkan antibodi sehingga dapat meminimalisir potensi tertular virus corona.

Dia juga meminta masyarakat selalu mengikuti anjuran pemerintah, disiplin menerapkan protokol kesehatan ketat, serta tidak melakukan aktivitas perjalanan ke luar daerah dan luar negeri apabila tidak mendesak.

"Tetap waspada dan selalu disiplin terapkan protokol kesehatan demi kesehatan bersama karena pandemi ini belum berakhir," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT