11 January 2022, 12:04 WIB

Waspadai Kenaikan Kasus Covid-19, DKI Siagakan Fasilitas Kesehatan


Putri Anisa Yuliani |

PEMPROV DKI Jakarta mewaspadai kenaikan kasus covid-19. Kenaikan kasus ini ditandai dengan naiknya keterisian tempat tidur rawat atau Bed Occupancy Rate (BOR) di 140 RS rujukan di Jakarta.

Tercatat per 9 Januari BOR isolasi covid-19 naik ke angka 9%. Dari 3.885 tempat tidur isolasi telah terisi 348 unit. Kemudian, untuk BOR ICU covid-19 meningkat dari semula 4% menjadi 5% atau dari 604 unit yang tersedia telah terisi 31 unit.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau yang akrab disapa Ariza mengatakan, fasilitas kesehatan di Jakarta tetap disiagakan meski lonjakan kasus belum setinggi seperti yang terjadi pada Juli-Agustus 2021 silam. Tidak hanya rumah sakit rujukan, Dinas Kesehatan DKI juga memastikan ketersediaan oksigen bagi pasien yang membutuhkan.

"Kita sudah ada, sudah siapkan alatnya apa semua sudah siap. Insya Allah tidak mendahului tidak akan ada masalah. Kita belajar dari kejadian yang luar biasa tahun lalu kita belajar. Semua nakes standby, obat, fasilitas," ungkapnya di Balai Kota, Senin (10/1) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Ariza juga menegaskan kenaikan BOR RS rujukan masih bisa ditangani oleh Dinkes. Hal yang patut diapresiasi adalah kenaikan keterisian ICU masih cukup rendah. Hal ini menunjukkan bahwa program vaksinasi covid-19 telah membuahkan hasil yakni warga yang terpapar covid-19 umumnya bergejala ringan hingga sedang dan tidak bergejala berat.

"Ini menandakan bahwa vaksin kita berhasil. Yang masuk ICU terus berkurang sekalipun ada peningkatan 1%. Jadi sekali lagi pastikan seluruh warga mendapatkan vaksin bagi yang belum segera, terutama anak-anak, orang tua, termasuk yang komorbid, yang sakit. Yang selama ini ragu silakan konsultasikan dengan dokter apakah diperkenankan untuk mendapatkan vaksin," tandasnya. (Put)

BERITA TERKAIT