06 December 2021, 19:55 WIB

Gedung Cyber 1 Terbakar, Data Center Milik CNI Aman 


Mediaindonesia.com | Megapolitan

INSIDEN kebakaran Gedung Cyber 1 di lantai dua tak berdampak terhadap seluruh fasilitas data center ISC Cyber 1 yang dimilikinya. Data center yang berada di lantai sembilan tetap bekerja dengan baik dan tidak mengalami gangguan pada saat kejadian maupun setelahnya.

Direktur Utama PT Indonesia Super Corridor (ISC) Benyamin Naibaho mengatakan itu. "Kebakaran di lantai dua Gedung Cyber 1 berakibat menyebarnya asap ke seluruh koridor gedung Cyber, termasuk koridor lantai 9, tempat Data Center ISC Cyber 1 berada," ujar Benyamin dalam keterangan persnya, Senin (6/12).

Meski begitu, Benyamin mengatakan fasilitas data center milik ISC Cyber 1 telah menggunakan teknologi yang mumpuni sehingga ketika terjadi musibah kebakaran Gedung Cyber tidak berdampak. "Data center yang kami miliki menggunakan sistem pendinginan yang independen dan sistem akses trapped door tahan api. Jadi asap tidak masuk ke ruang data center," kata dia.

Dengan demikian, sistem proteksi kebakaran di ruang data center tidak mendeteksi potensi kebakaran. Hal itu dibuktikan dengan system fire protection yang tetap siaga dalam posisi normal dan siap melindungi aset data center saat terdeteksi potensi kebakaran. 

Dari sisi teknis lain, lanjut Benyamin, sistem kelistrikan Data Center ISC Cyber-1 terdiri dari dua jalur distribusi listrik yang dedicated dan terpisah satu dengan yang lain. "Jadi, mulai dari lantai sembilan sampai ke power house Gedung Cyber, jalur kelistrikan yang dimiliki ISC Cyber 1 tidak terkena dampak kebakaran di lantai dua tersebut," ungkapnya. 

Perlu diketahui, Data Center ISC Cyber-1 lantai sembilan memiliki sertifikasi Tier III Facility dari Uptime Institute. Dengan sertifikasi tersebut, sistem infrastruktur data center yang terpasang lulus dalam audit TCCF (Tier Certified Constructed Facility) pada November 2019. Uptime Institute ialah lembaga sertifikasi data center internasional.

Bahkan, saat terjadi musibah kebakaran tersebut, pihaknya telah menerapkan business continuity plan sesuai standar ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, ISO 20000-1, ISO 27001 yang telah dimiliki. Karenanya, layanan bisnis tetap dapat berjalan sebagai mana mestinya tanpa terganggu.

"Terlepas dari itu semua, kami juga atas nama manajemen CNI Group menyampaikan belasungkawa mendalam atas terjadinya musibah ini yang menyebabkan dua orang korban meninggal dunia," terangnya. ISC ialah perusahaan data center yang telah tersertifikasi Tier III Facility dari badan sertifikasi data center internasional Uptime Institute. ISC juga merupakan kelompok usaha dari PT Cyber Network Indonesia (CNI) yang bergerak di sektor ICT seperti internet service provider (ISP), jaringan tertutup (Jartup), network acces point (NAP), dan data communication system. (OL-14)

BERITA TERKAIT