04 December 2021, 22:30 WIB

Imbas Rentetan Kecelakaan, DPRD DKI Minta Audit Total PT Transjakarta 


Hilda Julaika | Megapolitan

ANGGOTA Komisi B DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak meminta PT TransJakarta segera diaudit secara total. Hal ini semakin mendesak dilakukan usai serentetan insiden kecelakaan yang dialami oleh bus Transjakarta. 

“Itu memerlukan legal due diligence, audit full dengan auditor yang baik dan lawyer juga,” kata Gilbert kepada Media Indonesia, Sabtu (4/12). 

Lebih lanjut dijelaskan, audit ini mencakup seluruh aspek yang ada di PT TransJakarta ini. Baik dari sisi manajemen, operasional, hingga supir bus. 

“Keseluruhannya harus diaudit. Biar jelas,” jelasnya. 

Menurutnya, penting untuk menemukan akar permasalahan yang menyebabkan insiden kecelakaan bisa terjadi saat melayani publik. Gilbert juga menyoroti adanya penggunaan bus dari pihak ketiga yang perlu dicek. 

Baca juga : Kecelakaan Beruntun, Transjakarta Belum Putus Kontrak dengan Operator Bus

“Sebaiknya dicek, yang bermasalah itu bus milik siapa saja. Sebaiknya diputuskan kontrak apabila tidak memenuhi standar. Bila itu bus milik DKI, maka direksi TransJakarta diganti saja,” kritiknya. 

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta berencana melakukan audit menyeluruh terhadap manajemen PT TransJakarta. Audit ini dilakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya beberapa kecelakaan yang dialami oleh armada bus TransJakarta. 

Dalam 40 hari ini, terjadi lima kecelakaan yang menimbulkan dua korban jiwa. Terbaru, bus TransJakarta mengalami kecelakaan di Senayan, Jakarta Selatan. Sebelumnya armada bus TransJakarta koridor 5 PGC-Harmoni menabrak pos polisi saat hendak berputar balik dan menyebabkan seorang petugas sterilisasi jalur bus terluka. 

Tidak main-main, guna melakukan audit tersebut, Pemprov DKI akan menggandeng Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). 

"Kita akan melakukan audit menyeluruh terkait dengan keselamatan operasi. Kemudian dalam proses audit ini rencananya TransJakarta akan bekerja sama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi," kata Kepala Badan Pembina BUMD DKI Jakarta, Riyadi, saat dihubungi, Jumat (3/12). (OL-7)

BERITA TERKAIT