04 December 2021, 18:53 WIB

PDAM Jaya Manfaatkan Sungai dan Waduk Jakarta Amankan Pasokan Air Baku


Selamat Saragih |

PDAM Jaya akan memanfaatkan sungai, situ, embung, hingga waduk di dalam kota Jakarta untuk mengamankan pasokan air baku di DKI yang selama ini baru mencapai 81 persennya berasal dari Jatiluhur, Jawa Barat dan Cisadane, Banten sebesar 16 persen.

"Karena itu, kita memanfaatkan air-air yang ada di Jakarta dari 13 sungai membelah Ibu Kota. Pada saat ini baru dua sungai selain Ciliwung (Kanal Banjir Barat) yaitu Krukut dan Pesanggrahan," kata Direktur Utama (Dirut) PDAM Jaya, Priyatno Bambang Hernowo, di Waduk Jatiluhur, Jawa Barat, Minggu (4/12).

Sebab, lanjut Bambang, pasokan air baku dari Jatiluhur sebesar 16.800 liter per detik (lps) dikelola Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Buaran mengelola 6.000 lps, kemudian IPA Pulau Gadung 4.500 lps, serta di IPA Pejompongan 6.300 lps.

Selain dari Jatiluhur, PDAM Jaya juga mendapat air baku dari PDAM Tangerang yang mengolah air Cisadane untuk Jakarta sebagai air curah yang sudah bersih sebanyak 2.875 lps.

Sementara dari sungai-sungai di Jakarta dan yang lainnya berkisar enam persen yang berasal dari hulu Sungai Krukut sebanyak 400 lps, sungai Pesanggrahan sebanyak 150 lps, Kanal Banjir Barat 500 lps, dan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Hutan Kota di Pejompongan sekitar 600 lps.

"Jadi bisa dibayangkan ketergantungan kita berasal dari luar di Jakarta," ujarnya.

Karena itu, ke depan PDAM Jaya akan memanfaatkan air dari 13 sungai, dan 102 situ, embung serta waduk untuk air baku.

Menurut Bambang, PDAM akan memanfaatkan air Sungai Ciliwung lebih banyak lagi dengan membuat IPA di Pejaten yang saat ini tahap perencanaan dan juga Kali Pesanggrahan sebanyak 750 lps.

"Itu akan tambah pasokan di Jakarta. Selain juga akan kita manfaatkan proyek yang telah dibangun Dinas Sumber Daya Air DKI ada embung, situ, waduk yang jumlahnya 102 dan saat ini belum banyak kita manfaatkan," lanjutnya.

Meski begitu, kata Bambang, keberlanjutan sumber air itu jika kemarau akan surut, namun paling tidak bisa dijadikan pengaman Jakarta dari sisi air baku dan banjir.

"Jadi ini akan kami manfaatkan karena secara fungsional kita bekerjasama dengan Dinas SDA DKI untuk memanfaatkan embung, situ, waduk dan beberapa sungai.

Kemudian yang dalam perencanaan juga di Situ Babakan juga akan dibangun IPA oleh SDA DKI sekitar 200 lps," ujarnya. (OL-13)

BERITA TERKAIT