02 December 2021, 20:18 WIB

Integrasi Bertambah, Operator Koantas Bima Gabung TransJakarta 


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

INTEGRASI angkutan umum massal di Jakarta semakin hari semakin tersambungkan. Hal itu ditunjukkan dengan bergabungnya armada legendaris Koperasi Angkutan Lintas Bima (Koantas Bima) ke sistem BRT TransJakarta-Jak Lingko. Secara seremonial integrasi antara Koantas Bima dan TransJakarta-Jak Linko tersebut digelar di Stasiun Tanah Abang yang merupakan trayek dari Koantas Bima sebelumnya, yakni Ciputat-Tanah Abang. 

Dalam sambutannya Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjelaskan, integrasi antarmoda tersebut menunjukkan bahwa Jakarta serius memfasilitasi mobilitas warganya sebagai bagian dari menghadirkan sebuah kota yang modern, yang warganya secara rasional memilih transportasi umum massal dibandingkan pribadi. 

“Hari ini tambah lagi jejaring Jak Lingko kita, sehingga bisa menjangkau lebih banyak. Kita semua tahu bahwa sebuah kota modern mengandalkan transportasi umum, sehingga mobilitas penduduk difasilitasi oleh pemerintah,” jelas Anies 

“Alhamdulillah dengan dikembangkan sebagai satu konsep terintegrasi, dan sekarang sudah empat tahun terintegrasi. Dengan begitu jangkuannya lebih luas. Dulu coveragenya 42% wilayah Jakarta, sekarang sudah 82%. Dan dengan Koantas Bima Insya Allah lebih tinggi lagi,” tambahnya. 

Anies berharap dengan semakin banyak warga Jakarta dapat pergi dari mana saja, ke mana saja dengan menggunakan kendaraan umum, maka akan banyak manfaat dari perpindahan antarmoda tersebut, seperti menurunkan tingkat polusi udara di Jakarta, meningkatkan kualitas hidup, dan penghematan biaya transportasi. 

“Mudah-mudahan kita dapat menyaksikan porsi penduduk yang menggunakan kendaraan pribadi menjadi jauh lebih rendah dan menggunakan kendaraan umum,” terangnya. 

Koantas Bima sendiri merupakan armada transportasi umum yang memiliki sejarah panjang, dan harapannya dengan bergabung dengan TJ dan Jak Linko, maka manfaatnya lebih luas lagi. Sekaligus terjadi perubahan yang mendasar di mana kenyamanan kepastian keberangkatan dan keselamatan penumpang diprioritaskan. 

“Saya titip pesan buat teman-teman di Koantas Bima (agar) membiasakan tradisi baru. Saya berharap yang bekerja di Koantas Bima merasakan kepastian dan ketenangan, sehingga warga yang dilayani pun mendapatkan kepuasan,” tandasnya. 

Seperti diketahui Program integrasi Jak Lingko pada layanan Transjakarta, terdiri dari Bus Besar, Bus Sedang, dan Bus Kecil. Untuk integrasi Bus Besar dan Bus Kecil, mayoritas angkutan umum lama di DKI Jakarta sudah bergabung/terintegrasi dengan layanan Transjakarta. 

Dan untuk integrasi Bus Sedang dengan tambahan satu operator lainnya yaitu Koperasi Angkutan Lintas Bima (Koantas Bima). Jumlah armada Koantas Bimas yang diintegrasikan ke dalam sistem BRT Tranjakarta sebanyak 36 (tiga puluh enam) unit bus. Sedangkan jumlah armada yang diluncurkan pada tahap awal hari ini ada sebanyak 10 (sepuluh) kendaraan pada layanan pengumpan Non-BRT rute 6N (Ragunan – Blok M via Kemang). 

Dengan skema pembelian layanan ini, bus Koantas Bima beroperasi tanpa harus kejar setoran dan mencari pelanggan berbayar seperti yang dilakukan angkot mikro trans Jak Lingko, yang telah beroperasi sebelumnya dan berhasil menarik minat warga Jakarta untuk menggunakan transportasi yang murah, aman dan nyaman. (OL-7)

BERITA TERKAIT