01 December 2021, 21:51 WIB

Tangsel Masih PPKM Level Dua, Jelang Nataru Akan Makin Diperketat 


Syarief Oebaidillah | Megapolitan

PEMERINTAH Kota Tangerang Selatan ( Pemkot Tangsel) Banten masih menerapkan PPKM Level 2 sesuai dengan Inmendagri nomor 63 Tahun 2021. Teknis penerapan aturan ini dilakukan sama dengan PPKM sebelumnya di Kota Tangsel. 

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menjelaskan, saat ini Kota Tangsel sebenarnya telah memiliki seluruh indikator guna menurunkan level PPKM menjadi level satu. Namun disebabkan adanya aglomerasi, maka penerapan level dua masih diberlakukan. 

Dengan ditandainya penerapan level 2 PPKM, maka untuk seminggu ke depan,Tangsel masih berada penerapan level tersebut. 

”Intinya strateginya pengetatan. Ini berlaku juga di tanggal 24 Desember mendatang hingga 2 Januari 2022," ungkap Benyamin kepada wartawan di kantor Pemkot Tangsel, Banten. 

Ia mengatakan,saat perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) Tangsel akan menerapkan PPKM level tiga. Untuk itu akan diterbitkan melalui surat edaran khusus. 

Isinya antara lain tempat wisata semua tutup, meliputi Taman Kota Satu dan Dua, Tandon dan seterusnya yang milik Pemerintah. 

Selain itu untuk pengaturan kegiatan pernikahan akan dibatasi hingga 25 persen, rumah makan, yang makan di tempat sekitar 50 persen. Kemudian tidak ada kerumunan di jalan, kembang api juga akan dilarang. 

Baca juga : Pemkot Bekasi Perpanjang PPKM Level 2 Hingga 13 Desember

“Saya juga minta patroli gabungan pada Nataru ini, dari Satpol PP, TNI, Polri dan seterusnya,” tegasnya. 

Selain itu, lanjut dia, pemerintah akan menyiagakan pesapon, pasukan kebersihan. Benyamin memastikan bahwa akan ada 390 pesapon disiapkan di titik-titik tertentu. Yang pastinya akan disebar lagi di tingkat Kecamatan. 

Sementara untuk ketahanan pangan, Benyamin mengakui saat ini ada kenaikan harga bawang dan minyak goreng. 

”Saya minta ini dijaga, kalau diperlukan mekanisme pasar, ya dilakukan segera, dipantau harganya setiap hari melalui Pagar Tangsel dengan Disperindag,” ujarnya. 

Sementara unsur penting lainnya RLC atau Rumah lawan Covid-19 akan dipersiapkan. Hal ini dilakukan karena kekhawatiran terjadi lonjakan kasus pasca-Nataru. 

”Sebelum itu, kita ada 34 anggota masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah-rumah. Saya ingin percepatan pemulihan kesehatannya. Maka tadi saya mintakan nama-nama mereka di serahkan ke Camat, Puskesmas dan Lurah," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT