26 November 2021, 11:51 WIB

Ancol Kandidat Terkuat untuk Sirkuit Formula E


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

KETUA Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (Bamsoet) menjelaskan, terdapat lima calon lokasi sirkuit Formula E. Dari lima lokasi pilihan, yakni Ancol, Jalan Jenderal Sudirman, kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), JIEXPO Kemayoran, kawasan Jakarta International Stadium (JIS), yang paling tepat adalah kawasan Ancol.

Namun, hal itu akan dipastikan kembali melalui pembahasan antara IMI, Co-Founder sekaligus Chief Championship Formula E Operations (FEO) Alberto Longo, dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

"IMI, Alberto, dan Jakpro yang nantinya akan bertanggung jawab mengambil keputusan dalam menentukan lokasi sirkuit Jakarta E-Prix 2022," kata Bamsoet, Jumat (26/11).

Baca juga: Anies Minta Bertemu Jokowi Soal Lokasi Formula E, Bamsoet: Salahnya Di Mana?

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, tidak sembarang lokasi bisa dijadikan sirkuit Formula E. Formula E memiliki keunikan tersendiri dibanding balapan sejenis lainnya karena menggunakan jalan raya di tengah kota.

Pembangunannya tidak boleh mengganggu struktur yang sudah ada. Misalnya mengubah atau memindahkan bangunan yang sudah ada. Apalagi sampai memotong pepohonan dan merusak lingkungan.

"Karenanya membutuhkan keahlian khusus yang kompleks. IMI sangat berperan di sana, memastikan lokasi sirkuit yang dipilih akan dikembangkan lebih lanjut agar sesuai dengan standar FEO dan juga standar Federation Internationale de l'Automobile/FIA," jelas Bamsoet.

Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Keamanan dan Pertahanan KADIN Indonesia itu menerangkan, sesuai regulasi FIA, lebar trek Formula E maksimal 12 meter. Namun ada juga beberapa trek yang memiliki lebar lintasan hanya 8 meter atau kurang. Panjang lintasan sirkuit minimal 2 sampai 3 km, mengingat Formula E biasanya menempuh jarak 80 sampai 90 km.

"Panjang pit lane minimal 200 meter untuk minimal 15 paddock dengan lebar satu paddock sekitar 15 meter. Selain itu, lokasi area untuk pengisian baterai kendaraan, hospitality, pusat medis (medical centre), dan lain-lainnya juga harus dibuat sesuai standar FIA. Setelah IMI menentukan lokasi terbaik untuk sirkuit, IMI juga akan mengirimkan sumber daya manusianya untuk membantu JakPro menyiapkan pembangunan sirkuit dan sarana pendukungnya sesuai dengan standar FIA," pungkas Bamsoet. (OL-1)

BERITA TERKAIT