25 November 2021, 11:05 WIB

Izin Perhelatan Reuni 212 di Monas Belum Turun Dari Polisi


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan

POLDA Metro menyatakan pihaknya belum memberikan izin gelaran aksi 2 Desember atau yang disebut juga Aksi 212 dan Aksi Bela Islam III tahun ini.

Awal mula aksi 212 ini terjadi pada 2 Desember 2016 di Jakarta, Indonesia. Dimana sedikitnya dua juta massa berkumpul saat itu di kawasan Monumen Nasional (Monas).

“Hingga saat ini PMJ belum memberikan izin kegiatan (reuni 212),” papar Kabid Humas Polda metro Jaya Kombes Endra Zulpan, di Polda Metro, Kamis (25/11).

Zulpan membeberkan alasan pihaknya belum izinkan adanya reuni 212 dikarenakan ada beberapa hal yang belum dilengkapi oleh panitia.

Baca Juga: 5000 Aparat Gabungan dan 7500 Personel Cadangan Amankan ...

Pasalnya, pihak panitia seyogyanya harus mengacu dengan peraturan yang berlaku dan wajib memenuhi persyaratan administrasi dari Satgas Covid-19.

“Harus ada izin lokasi terkait tempat yang digunakan oleh pengelola, surat rekomendasi dari Polres, ada proposal kegiatan sehingga kita tahu berapa orang yang datang,” tuturnya.

Rencananya, pihaknya akan melakukan peninjauan lokasi dan analisa di tempat kegiatan. Namun, kata Zulpan, apabila panitia tidak bisa memenuhi ketentuan, maka Polda Metro tak akan memberikan surat izin keramaian yang diajukan.

“Kita sedang menghadapi covid-19, kita mengajak untuk berempati kepada para korban covid-19, nakes yang berjuang, oleh karena itu, Polri bertanggung jawab di semua kegiatan masyarakat agar Jakarta tetap aman dan sehat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Persaudaraan Alumni (PA) 212 ngotot untuk menggelar acara reuni akbar pada 2 Desember di Kawasan Monas, Jakarta. "Kami terus upayakan di Monas," papar Ketum PA 212, Slamet Maarif.

Slamet mengklaim, banyak alumni 212 ingin kembali berkumpul dan menyampaikan sikap atas kondisi bangsa Indonesia saat ini. (OL-13)

Baca Juga: Wagub DKI Minta Aksi Reuni 212 Dipikirkan Kembali

BERITA TERKAIT