21 November 2021, 08:45 WIB

PTM di SDN Sukadamai Kota Bogor Dihentikan hingga 29 November


Dede Susianti | Megapolitan

SATUAN Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bogor mengeluarkan kebijakan menutup dan menghentikan sementara PTM (pembelajaran tatap muka) terbatas di Sekolah Dasar Negeri Sukadamai 2 Kota Bogor.

Tindakan tersebut diambil setelah di sekolah yang berlokasi di Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal itu ditemukan sebanyak 24 kasus baru terkonfirmasi positif.

“Kami sesuai dengan aturan meminta agar PTM dihentikan selama 10 hari,"kata Bima saat memberikan keterangan pers terkait perkembangan covid-19 di Kota Bogor, kemarin.

Penutupan sekolah dan penghentian PTM berlaku sejak Jumat(19/11) hingga Minggu 28 November dan mulai kembali pada 29 November mendatang.

Temuan kasus baru itu bermula dari pelaksanan kegiatan screening rutin yang dilakukan pihak Puskesmas Mekarwangi, Kota Bogor.

Tim surveilans PTM terbatas dari Puskesmas Mekarwangi melakukan tes usap dengan sample 50 orang pada Rabu (17/11) dan diperiksa di labkesda. Ke 50 orang itu sebanyak 29 orang diantaranya adalah siswa dan 21 orang lainnya tenaga pendidik. Hasilnya sebanyak 24 orang yang 14 diantaranya siswa dan 10 lainnya tenaga pendidik dinyatakan positif kotona.

Lebih rinci lagi, dari 24 orang itu, sebanyak 11 orang asal Kelurahan Suka Damai, 4 orang asal Kelurahan Kedung Badak, 3 orang asal Kelurahan Suka Resmi, 2 orang asal Kelurahan Mekarwangi, 1 orang asal Kelurahan Bogor Barat, 1 orang asal Kelurahan Kayu Manis, 1 orang asal Kebon Pedes dan 1 oranainnya asal luar Kota Bogor (Cibinong).

“14 siswa dan 10 guru, semuanya tanpa gejala dan diisolasi mandiri. Saya kira ini indikasi herd immunity sudah terbentuk, karena ini berbeda, mudah-mudahan bukan indikasi gelombang ketiga, mudah-mudahan ini indikasi herd immunity, jadi virusnya semakin melemah tapi tidak ada gejala,”ungkapnya.

Meski demikian, Bima tetap meminta dinas kesehatan untuk melakukan observasi selama 10 hari ke depan, termasuk tracing dan kontak erat. Kemudian dia menginstruksikan dinas pendidikan berkoordinasi dengan pihak sekolah memantau jika ada yang bergejala.

Kepada seluruh jajaran dan warganya untuk jangan lengah, jangan lalai. Dan atas temuan itu, pihaknya tetap siaga dan waspada.

"Untuk rumah sakit lapangan siap diaktivasi, kemudian tempat isolasi di Pusdiklatwas BPKP Ciawi juga siap dioperasikan dan semuanya sudah siaga,".

Masih menurut Bima, Pemkot Bogor melalui Dinas Kesehatan Kota Bogor memang sudah sejak dimulainya PTM terbatas mengaktifkan program screening. Dan temuan di SDN Sukadamai itu merupakan yang kedua. Sebelumnya atau di bulan pertama ditemukan 5 kasus positif covid-19.

Secara terpisah, Kapolresta Bogor Kota, Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro meminta agar 24 orang yang terkonfirmasi positif covid-19 untuk tidak keluar rumah selama masa isolasi mandiri.

“Pastikan mereka tidak kemana-mana, RT dan RW setempat diminta untuk memonitor,” katanya di Balai Kota Bogor. (OL-13)

Baca Juga: Sejak SMP Berjualan Sayur Keliling Apriliani Bangga Bisa Biayai Keluarga

BERITA TERKAIT