07 November 2021, 06:29 WIB

Kunjungi Museum Kebangkitan Nasional, DPC PDIP Jaktim Gelar Sarasehan Kepemudaan


Ghani Nurcahyadi | Megapolitan

DALAM Rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda sekaligus menyambut Hari Pahlawan Tahun 2021, DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur melakukan kegiatan Kunjungan Sejarah ke Museum Kebangkitan Nasional (Gedung Stovia) dan Menggelar Sarasehan Kepemudaan. Sabtu. (6/11).

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemuda dan Olah Raga Eriko Sotarduga, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta William Yani, SH. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana.

Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur yang juga Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi A, Dwi Rio Sambodo mengatakan, kegiatan Sarasehan dan Wisata Sejarah tersebut dimaksudkan untuk mendekatkan generasi Milenial akan pentingnya sejarah perjuangan bangsa.

"Di Gedung yang bersejarah ini (Stovia-red) para pemuda berhimpun membangun kesadaran akan pentingnya nilai persatuan dan nasionalisme terhadap bangsa nya," ujar Rio. 

Dari Sttovia, lahirlab Budi Utomo yang merupakan organisasi Modern pertama yang lahir pada masa pergerakan Nasional.

Beberapa pendiri Budi Utomo merupakan pelajar dari School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA) diantaranya adalah dr. Sutomo, dr. Wahidin sudiro husodo, dr. Gunawan Mangunkusuno, dr. Suradji dan lain-lain.

Baca juga : Peringati Maulid Nabi, Front Pemuda Muslim Maluku-AMBI Santuni 200 Anak Yatim

Di Era generasi serba digital saat ini, Pergerakan Budi Utomo diharapkan bisa memberikan Inspirasi untuk para pemuda Indonesia.

"Pemuda Hendaknya juga punya kesadaran Politik. Politik anti penindasan, anti pembodohan dan Persatuan Kesatuan Bangsa. Jangan sampai potensi pemuda Indonesia saat ini hanya menjadi obyek globalisasi semata. Namun harus juga punya cita-cita" ujar Eriko Sotarduga, Ketua DPP PDI Perjuangan 

Menyinggung soal capaian prestasi Generasi Muda saat ini, diharapkan tidak larut dalam euforia era milenial dengan tanpa bekal kemampuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi maupun kesadaran akan pentingnya perubahan yang terjadi. 

Eriko juga memberikan motivasi bahwa keterbatasan bukanlah menjadi kendala. Ia mencontohkan prestasi medali emas paralimpiade yang diperoleh dari cabang bulu tangkis, bahwa keterbatasan fisik bukan menjadi halangan untuk punya prestasi, justru PDI perjuangan yang dengan gigih memperjuangan ruang yang sama bagi penyandang disabilitas. 

"Berkat perjuangan tak kenal lelah Ketua Umum PDI Perjuangan yang sekaligus Presiden Indonesia ke 5, maka penyandang disabilitas mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengharumkan nama bangsa di kancah dunia Internasional", lanjut Eriko. 

Kegiatan Kunjungan Museum Kebangkitan Nasional dan sarasehan Kepemudaan DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur melibatkan seluruh Unsur Sayap Kepemudaan (BMI, TMP, Repdem) Sayap Keagamaan (Bamusi), Pengurus Tingkat Kota (DPC), Perwakilan Pengurus Tingkat Kecamatan (PAC) dan Badan-Badan yang dimiliki PDI Perjuangan Jakarta Timur dengan menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT