03 November 2021, 16:54 WIB

Kecelakaan Bus Trans-Jakarta di MT Haryono akibat Sopir Terserang Epilepsi


Hilda Julaika | Megapolitan

PENYEBAB utama dari kecelakaan Trans-Jakarta di Jalan MT Haryono lantaran kesalahan manusia (human error) dari pengemudi. Diduga pengemudi mengalami serangan epilepsi yang membuatnya kehilangan kesadaran sehingga membuat kecelakaan terjadi.

"Kecelakaan lalin tersebut karena pengemudi bus B447TK inisial J kehilangan kesadaran saat mendekati Q poin Halte Ciliwung," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan, Rabu (3/11).

Adapun kehilangan kesadaran ini diduga karena serangan epilepsi secara tiba-tiba. Serangan ini terjadi karena yang bersangkutan tidak meminum obat syaraf yang seharusnya rutin diminum. Hal ini ditunjukkan dari urine dan darah pengemudi hasil pemeriksaan laboratorium forensik (labfor). Dalam kandungan urine dan darah pengemudi tidak ditemukan penotosodium yang merupakan obat syaraf.

"Akibat kehilangan kesadaran, pengemudi alih-alih pengereman menjelang halte malah menambah kecepatan. Ini hasil dari TAA dan hasil CCTV halte," jelasnya.

Atas insiden ini, tersangka dikenakan Pasal 310 ayat 4 UULAJ Tahun 2009 tentang kecelakaan karena kelalaian dengan pidana paling lama enam tahun penjara atau denda Rp12 juta. "Namun demikian karena yang bersangkutan meninggal, kasus ini kami hentikan dengan mekanisme SP3 sesuai Pasal 77 KUHP."

Sebelumnya, polisi menetapkan pengemudi bus Trans-Jakarta sebagai tersangka kasus kecelakaan yang melibatkan dua bus transjakarta di Halte Cawang-Ciliwung, Jakarta Timur. Penetapan tersangka ini usai penyidik Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya selesai melakukan gelar perkara kasus kecelakaan itu pada Senin (1/11).

"Penyebab diduga human error dari pengemudi. Lalu pengemudi ditetapkan sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus di Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Rabu (3/11).

Untuk mengingatkan, terjadi kecelakaan yang melibatkan dua bus Trans-Jakarta, Senin (25/10), pukul 08.30 WIB. Insiden ini telah mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan 31 luka-luka. (OL-14)

BERITA TERKAIT