03 November 2021, 09:30 WIB

Ternyata, Nasi Kotak PSI di Koja Banyak Kandungan Bakteri E Coli


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PROSES pemeriksaan terhadap kasus keracunan warga RW06 Kelurahan Koja, Jakarta Utara karena mengonsumsi nasi kotak donasi dari salah satu staf Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terus berlanjut.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Yudi Dimyati menerangkan, dari hasil uji sampel terhadap beberapa item dalam nasi kotak tersebut, didapati bahwa ada kandungan bakteri e coli yang melebihi ambang batas aman.

Yudi mengatakan uji sampel makanan dilakukan oleh Labkesda DKI Jakarta terhadap nasi, telur, buncis, dan daun selada.

"Terdapat sampel yang melebihi ambang batas (nilai normal). Tapi tidak dirinci sampel mana yang nilainya melebihi ambang batas," kata Yudi saat dikonfirmasi, Rabu (3/11).

Baca Juga: PSI Jakarta Jalani Proses Hukum Kasus Nasi Kotak di Koja

Hasil uji tersebut keluar pada 29 Oktober lalu. Ia menegaskan, makanan tersebut bukan makanan kemasan tetapi makanan hasil masakan sehingga tidak memiliki tanggal pasti kadaluarsa.

"Pemeriksaan sampel untuk makanan yang diperiksa kandungan bakteri yang terdapat dalam sampel. Contoh bakteri e coli batas normal 1x10'. Di atas normal bila melebihi angka di atas," ujarnya.

Sebelumnya, puluhan warga RW 006, Kelurahan Koja, Jakarta Utara mengalami keracunan diduga karena menyantap nasi kotak berlogo PSI, pada Minggu (24/10).

PSI sudah buka suara terkait kejadian itu. Ketua DPW PSI Jakarta, Michael Sianipar mengatakan pihaknya tidak membuat makanan yang dibagikan dalam bentuk rice box tersebut. Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas kejadian itu.

"Kami membagikan dan menghimpun dukungan program ricebox ini dari publik, bekerja sama dengan warung-warung dan UMKM. Sejauh ini sudah lebih dari 300 ribu rice box yang dibagikan di seluruh Indonesia dan selama ini semua berjalan baik," dalih Michael pekan lalu. (OL-13)

Baca Juga: Korban Keracunan Nasi Kotak PSI Lapor Polisi

BERITA TERKAIT