27 October 2021, 13:42 WIB

DPRD Usul ada Klinik di Setiap Depo TransJakarta


Rahmatul Fajri | Megapolitan

KETUA Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz mengusulkan ada klinik di setiap depo TransJakarta. Ia mengatakan nantinya di depo tersebut dapat dicek kesehatan para sopir sebelum mengemudi.

Baca juga: Konser BTS di JIS Dituding untuk Kampanye Anies, Ariza Heran

"Rekomendasi kita besok sebelum sopir melakukan opersionalnya harus ada klinik yang mengecek minimal ngantuk atau tidak, ada dokter yang mengontrol. Jadi kesiapaan sebelum mengoperasionalkan," kata Abdul, ketika dihubungi, Rabu (27/10).

Ia mengatakan cek kesehatan itu diperlukan untuk menghindari kecelakaan yang disebabkan kondisi sopir yang tidak fit atau mengantuk.

"Ketika ingin beroperasi (sopir) dikontrol dulu. Bukan sekedar mengisi form, saya sehat. Bukan. Sekalian mengecek, ini ngantuk apa tidak, tekanan darahnya normal atau tidak. Jadi bisa dicegah kondisi yang memunkinkan dia sakit atau tidak," kata Abdul.

Lebih lanjut, Abdul berharap kejadian kecelakaan dialami TransJakarta pada Senin (25/10) kemarin yang menelan korban jiwa tak terjadi lagi. Ia mengatakan harus ada upaya serius untuk mencegah kecelakaan tersebut terjadi di kemudian hari.

"Ini tidak terjadi lagi seperti apa. Kalau yang sudah terjadi kan menjadi tugas kepolisian menyelidiki, kita sebagai dewan bagaimana supaya tidak terjadi algi, kegiatannya apa, usulan kami ada klinik di setiap depo," katanya.

Sebelumnya, dua Bus TransJakarta mengalami kecelakaan beruntun di depan Indomobil Nissan, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Senin (25/10) pagi. Satu orang sopir dan satu orang penumpang meninggal pada kejadian itu. 

Kasi Laka Lantas Polda Metro Jaya Kompol Eko Setio Budi Wahono mengatakan kecelakaan itu tersebut dipicu karena salah satu sopir TransJakarta mengantuk. Sehingga, menabrak kendaraan di depannya.

"Tabrakan depan belakang. Diduga pengemudi yang belakang ngantuk kemudian tabrak bus TransJakarta yang ada di depan," tutur Eko. (OL-6)

BERITA TERKAIT