25 October 2021, 13:31 WIB

Pemkot Tangerang Mulai Laksanakan PTM terbatas di 45 SD


Sumantri | Megapolitan

HARI ini Pemda Kota (Pemkot) Tangerang mulai melaksanakan Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas untuk sekolah dasar (SD). Namun dari 488 sekolah, baru 45 diantaranya yang melaksanakan kegiatan tersebut, karena dianggap sudah mampu menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara menyeluruh

"Pagi ini ujicoba PTM kami lakukan di 45 SD. Dan nantinya akan kami lakukan secara bertahap untuk sekolah yang lain," kata Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat meninjau langsung pelaksanaan PTM terbatas di SDN Pasar Baru 1, Kota Tangerang, Banten, Senin (25/10).

Dalam PTM tersebut, baik siswa maupun guru menerapkan praktek prokes secara ketat. Selain memakai masker dengan benar. mereka juga menjaga jarak dan rajin cuci tangan.

“kami ucapkan Terima kasih kepada orang tua yang sudah mensupport dan mengingatkan putera puterinya untuk tidak lepas masker selama di sekolah. Jadi saat kembali ke rumah pun juga dalam keadaan sehat,” kata Arief R Wismansyah.

Namun demikian, Arief juga minta kepada para orang tua dan guru agar senantiasa mengawasi mereka supaya tidak terjadi penularan Covid-19 di PTM Terbatas SD ini. Selain itu, tambahnya

Dinas Kesehatan agar selalu melakukan upaya surveilans, seperti tracing dan testing secara acak secara intens di sekolah-sekolah.

Sehingga, bila ada siswa yang kedapatan positif Covid-19, bisa langsung tertangani dengan baik dan benar. “Iya, kita tetap lakukan surveilans, kan ada aturan atau rujukannya dari Kemenkes untuk pengecekan surveilans ini, jadi tetap akan kita lakukan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Jamaluddin mengatakan, SD yang menggelar PTM terbatas itu adalah siswa yang orang tuanya sudah di vaksin Covid-19. APabila belum siswa tersebut cukup mengikuti pendidikan secara virtual.

Baca juga : Penumpang KRL Terus Meningkat, KAI Commuter Minta Prokes Tetap Ditaati

“Setiap hari kami lakukan evaluasi. Dan selalu ada pengawas yang mantau di sekolah-sekolah tersebut,

sehingga kekurangan dan kelebihannya dapat di ketahui. Misal masih ada pedagang di depan sekolah atau kantin, itu harus ditutup dulu," kata dia

Lebih jauh Jamaluddin menjelaskan, apabila seluruh sekolah sudah bisa menjalankan hal tersebut, pekan depan PTM SD bisa dilaksanakan 100 persen.

Adapun standar operasional prosedur (SOP) yang harus dipenuhi sekolah-sekolah itu, sama dengan asesmen sekolah menengah pertama (SMP).

“Untuk sementara siswa di sekolah-sekolah tersebut belum diinzinkan makan atau jajan sembarangan. Karena bila melepas masker dan ngobrol, khawatir ada penularan Covid-19," kata dia.

Sedangkan mengenai teknis pembelajarannya, kata Jamaluddin, dilakukan secara bergantian. untuk pagi 50 persen dan siangnya juga 50 persen siswa. Dan setiap kelas perharinya bergantian, hari ini untuk kelas 6, besok klas 5 dan seterusnya.(OL-2)

 

BERITA TERKAIT