20 October 2021, 15:44 WIB

Ratusan Ribu Anggota Tertipu Investasi Mark AI, Korban Laporkan ke Polda Metro


Hilda Julaika | Megapolitan

SEBANYAK ratusan ribu anggota tertipu investasi robot crypto Mark Ai. Sejumlah korban tersebut pun melaporkan langsung dugaan penipuan investasi ini kepada Polda Metro Jaya. Salah satunya, Duta, 34, yang sudah bergabung dengan investasi robot crypto Mark AI sejak Juni 2021 lalu.

Lebih lanjut Duta menjelaskan, ia sudah selama 4 bulan bergabung dengan investasi yang diluncurkan oleh PT Teknologi Investasi Indonesia ini. Dalam empat bulan ini, ia sudah menginvestasikan uang senilai USD 5.000 secara bertahap.

Baca juga:  Harga Komoditas Sayuran di Pasar Cipanas Masih Fluktuatif

Ia mengungkapkan, sampai tanggal 14 Oktober 2021 pihaknya masih mendapatkan dana keuntungan yang dijanjikan. Keuntungan sebesar 1% hingga 1,4% setiap harinya. Namun, dari pemaparannya nasabah lai sudah tidak menerima dana investasi lagi sejak 15 Oktober 2021.

"Alasan perusahaan Mark AI yang diwakili PT Teknologi Investasi Indonesia mengatakan alasan penghentian dana karena hindari aliran dana masuk dari suntown forex ke Mark AI sehingga distop proses transaksi," ujar Duta di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (20/10).

Sebetulnya, pihak Mark AI sempat mengklarifikasi dan berjanji akan mengaktifkan kembali transaksi pada 18 Oktober 2021. Namun, saat ini aplikasi dan website tersebut tak dapat diakses sama sekali.

Sejak website dan apliaksi tak dapat diakses, para member kisruh dan resah. Hingga 20 Oktober 2021 para member juga tak menerima kejelasan dari pihak Mark AI.

Mengenai perkiraan jumlah anggota investasi ini, dari grup yang dinaunginya sendiri ada sekitar 500 orang yang tertipu dengan Mark AI. Di mana total kisaran kerugian mencapai Rp500 juta sampai Rp1 Miliar.

Sementara dana segar Duta yang masih mengendap di aplikasi tersebut masih ada sekira USD4.000 lagi atau senilai Rp62 juta.

"Di bawah saya ada member 52 orang tapi hirarki ada level 1,2,dan 3. Level 1 di saya 52 orang dan level di bawah saya ada 400 orang jadi total ada 500 orang di grup saya," ungkapnya.

Namun, sambungnya, dari pengakuan Mark AI sebelumnya ada sekira 400 ribu member yang bergabung dengan perusahaan trading crypto tersebut.

Sehingga diduga ada sekitar 400 ribu member yang tertipu dari aplikasi trading crypto tersebut. Pasalnya, baik website web.mark666.com dan aplikasi Mark AI tak dapat diakses hingga saat ini.

Duta berharap laporannya dapat ditanggapi serius Polda Metro Jaya agar tak ada lagi korban dari perusahaan trading robot crypto. (OL-6)

BERITA TERKAIT