14 October 2021, 23:32 WIB

Buntut Kekerasan di Kampus, Unpam Dirikan Panggung Demokrasi 


Syarief Oebaidillah | Megapolitan

MENYUSUL terjadinya aksi kekerasan antar kelompok mahasiswa di kampus Universitas Pamulang (Unpam), Tangerang Selatan ( angsel) Banten,pada Minggu (10/10), pihak kampus mendirikan Panggung Demokrasi. 

"Hal ini dalam rangka mengakomodir hak mahasiswa dalam menyampaikan pendapat serta membicarakan isu-isu teraktual di tingkat nasional, Universitas Pamulang telah mendirikan Rumah Mahasiswa dan Panggung Demokrasi," kata Wakil Rektor III Unpam Wildan saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (14/10). 

Tujuan panggung demokrasi itu, lanjut dia, agar mahasiswa Unpam yang ingin menyampaikan aspirasi dan aksi cukup melalui panggung tersebut. Sekaligus sebagai laboratorium demokrasi di kampus. 

Saat dikonfirmasi, Rektor Unpam Nurzaman membenarkan panggung demokrasi tersebut disediakan dalam upaya memfasilitasi dan mengekspresikan bakat, minat, serta harapan para mahasisiwa. 

"Jadi tidak ada kaitannya dengan boleh atau tidak boleh berunjuk rasa," tukas Nurzaman. 

Baca juga : Buntut Aksi Kekerasan di Unpam, Polres Tangsel Lakukan Penyidikan 

Seperti diberitakan, aparat kepolisian Polres Tangsel  menangkap dua mahasiswa Unpam yang terlibat bentrokan di depan area kampus. 

Saat itu ada dua kelompok mahasiswa terlibat bentrokan 

Wildan menjelaskan keributan dipicu salah satu kelompok mahasiswa menolak ajakan demonstrasi. Saat itu kedua kelompok mahasiswa awalnya hendak berdiskusi. 

Dikatakan, Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Pamulang (KBM Unpam) mendatangi Sekretariat Himpunan Mahasiswa Teknik Elekto untuk mengkonfirmasi terkait flyer yang berisi Mahasiswa Teknik Elektro Unpam #Menolak Ikut Aksi# pada hari Kamis, 7 Oktober 2021 

"Mereka hadir karena mau mendiskusikan maksud penolakan mereka terhadap aksi.Namun pihak KBM Unpam melakukan tindakan kekerasan yang tidak dapat kami tolerir serta bertentangan dengan peraturan dan norma kampus," tegas Wildan seraya menambahkan pihaknya akan memberi aturan tegas jika mahasiswa terkait terbukti bersalah yang.ditetapkan kepolisian akan memberhentikan atau drop out (DO).(OL-7)

BERITA TERKAIT