14 October 2021, 17:19 WIB

Kakanwilkumham DKI Jakarta Bantah Praktik Bisnis Haram di LP Cipinang


Rahmatul Fajri | Megapolitan

KEPALA Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, Ibnu Chuldun membantah adanya praktik bisnis haram di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang.

Ibnu mengatakan setelah pihaknya melakukan inspeksi mendadak atau sidak di LP Cipinang, pihaknya tidak menemukan adanya bisnis haram yang ditayangkan oleh salah satu media, yakni Narasi.

"Kami melaksanakan sidak, mengecek langsung ke kamar hunian dan tidak menemukan apa yang disangkakan dalam video tersebut," kata Ibnu di Jakarta, Kamis (14/10).

Dalam menanggapi pemberitaan yang beredar, Ibnu juga memerintahkan Kepala LP Kelas 1 Cipinang Tonny Nainggolan untuk meminta klarifikasi ke media yang telah menyiarkan berita tersebut.

Ia menyebut Tonny langsung mendatangi kantor media yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban atas penayangan konten yang menurut pihaknya salah dan menyesatkan.

Baca juga : Polisi Tangkap Direktur TV Swasta Jatim terkait Penyebaran Hoaks

"Video tersebut sangat mendiskreditkan Lapas Kelas I Cipinang karena konten di dalamnya tidak semuanya benar tentang Lapas Kelas I Cipinang," kata Ibnu.

Setelah melalui diskusi yang cukup alot, pihak Narasi akan membuat konten baru guna meluruskan informasi dari konten sebelumnya.

"Dalam fresh konten tersebut nantinya Narasi akan meminta maaf kepada Kalapas Cipinang, Kakanwil, Dirjenpas dan Menteri Hukum dan HAM RI," tulis Ibnu.

Sebelumnya, Narasi melalui kanal YouTubenya Narasi Newsroom menayangkan video berjudul "Bisnis Haram di Penjara Cipinang". Dalam video yang diunggah Selasa (12/10) itu menyoroti adanya dugaan praktik bisnis haram, seperti pesta narkoba, penjualan sel mewah, hingga tahanan yang bisa keluar dari penjara.(OL-2)

 

BERITA TERKAIT