12 October 2021, 20:16 WIB

Napoleon Bantah Permintaan Maaf M Kece karena Ancaman Dirinya


Muhamad Fauzi | Megapolitan

PERMINTAAN maaf yang disampaikan M Kace kepada Irjen Napoleon Bonaparte dipastikan tanpa ada tekanan maupun ancaman. Tudingan bahwa permintaan maaf yang disampaikan M Kece itu atas tekanan dan ancaman, dibantah keras oleh terdakwa kasus suap red notice, Napoleon Bonaparte.

“Saya tidak pernah menyuruh apalagi memaksa Kace untuk membuat surat apapun,” kata Irjen Napoleon Bonaparte dalam keterangan persnya yang diterima mediaindonesia.com, Selasa (12/10).

Menurut Napoleon, akhir-akhir ini terjadi kesimpangsiuran informasi akibat pernyataan orang-orang tertentu yang kurang amanah dalam menjalankan tugas dan perannya.  

Lantaran itu,  Napoleon  menyarankan kepada pemangku kepentingan untuk menjalankan tugasnya mencari kebenaran melalui bukti-bukti, bukan dengan melakukan kebohongan kepada publik melalui pernyataan yang menyesatkan.
Pernyataan Napoleon tersebut ini diduga untuk membantah pernyataan Polri sebelumnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Umum (Dir Tipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan, permintaan Kece terhadap Napoleon itu dilakukan karena dia tak ingin lagi dipukuli oleh jenderal bintang dua tersebut.  

“(Minta maaf ) Karena takutdipukuli lagi oleh NB (Napoleon Bonaparte),” kata Andi, Jumat (8/10).

Hal tersebut dibantah Napoleon. Dalam keterangan yang ditandatanganinya, dia mengungkapkan, Kace membuah 3 buah surat yang ditandatanganinya. ketiga surat tersebut diserahkannya kepada petugas jaga tahanan Rutan Bareskim pada Senin (6/9) pagi.  

Selanjutnya dua petugas jaga dari bagian Tahiti Bareskrim mendatangi Kace di kamar sel nya untuk mengkonfirmasikan kebenaran surat-surat tersebut.
Selanjutnya Napoleon mengatakan, setelah ketiga surat itu dinyatakan benar oleh Kace, maka petugas dari bagian Tahiti Bareskrim menyerahkan surat tersebut kepada Direktur Tipidum Bareskrim Mabes Polri.

”Diterima oleh Ibu Ida (diberi stempel tandaterima), pada tanggal 6 September 2021,” ujarnya. (OL-13)

Baca Juga: Kece Minta Maaf ke Irjen Napoleon, Polisi: Takut Dipukuli Lagi

BERITA TERKAIT