07 October 2021, 17:13 WIB

Dekat dengan Area Ring 1 Jadi Alasan Batalnya Formula E di Monas


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjabarkan alasan dibalik batalnya balap mobil listrik Formula E digelar di Monumen Nasional.

Pria yang akrab disapa Ariza itu mengungkapkan, Monas dekat dengan kawasan Ring 1 yakni Istana Negara yang menjadi kantor dari Presiden RI yang berada di utara Monas.

Selain itu, di sisi selatan, Monas berhadapan langsung dengan Istana Wakil Presiden RI. Sementara di Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan Medan Merdeka Timur menjadi lokasi banyak kantor kementerian.

Banyaknya lokasi-lokasi vital di dekat Monas itu pun membuat kawasan Monas menjadi riskan apabila menjadi tempat perhelatan balap mobil internasional.

"Di Monas itu kan Ring 1. Dari pemerintah pusat belum memungkinkan di situ. Kita mencoba mengerti dan memahami. Untuk itu kita cari alternatif lain. Ada lima pilihan alternatif yang belum bisa saya sampaikan pada saat ini," kata Ariza di Balai Kota, Kamis (7/10).

Dari lima lokasi alternatif yang disiapkan, beberapa di antaranya adalah di pulau reklamasi dan kawasan Gelora Bung Karno, Senayan.

Sebelumnya, GBK Senayan memang sudah pernah disebut-sebut untuk menjadi alternatif sirkuit Formula E sejak tahun lalu. Namun, saat itu, Pemprov DKI masih memastikan akan mengupayakan Monas untuk menjadi sirkuit Formula E hingga bersurat ke Kementerian Sekretaris Negara (Setneg).

Namun, hal ini pastinya baru akan diputuskan oleh tim Formula E Operations (FEO) berkoordinasi dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku BUMD yang ditugaskan melakukan penyelenggaraan Formula E.

Ariza juga menambahkan, lokasi yang akan dipilih nantinya dipastikan adalah lokasi ikonik yang sangat merepresentasikan Jakarta.

"Nanti menunggu pihak Formula E yang akan meninjau mana lokasi yang memungkinkan. Salah satunya tadi yang sudah disebut ya. Tempat lainnya mohon maaf saya belum bisa menyampaikan. Kita menunggulah. Kalau sekarang sudah disampaikan jadi ramai. Nanti kalau jadi ramai malah jadi sulit ya," ungkapnya. (Put/OL-09)

BERITA TERKAIT