07 October 2021, 12:40 WIB

Apel Pelajar Sadar Prokes Upaya Cegah Klaster PTM di Kota Bogor


Dede Susianti | Megapolitan

SATGAS Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Jawa Barat terus melakukan berbagai upaya pencegahan terjadinya klaster baru. Khususnya dalm proses pembelajaran tatap muka (PTM) yang baru dibuka beberapa hari lalu.

Salah satunya monitoring melalui kegiatan apel yang diberi nama Apel Pelajar Sadar Prokes (protokol kesehatan).

Para ketua Osis SMP dan SMA, komite sekolah, orang tua hingga satgas pelajar mengikuti Apel Pelajar Sadar Prokes se-Kota Bogor, di halaman Mapolresta Bogor Kota di Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Upacara dipimpin langsung Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, didampingi Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro dan perwakilan dari Kodim 0606 Kota Bogor.

Kegiatan ini, jelas Kapolresta Bogor Susatyo, sebagai upaya proaktif dari Satgas Covid-19 Kota Bogor. Khususnya dalam rangka menjaga agar PTM ini tidak menjadi klaster baru.

"Kami memonitor jangan sampai nanti di sekolahnya, prokes dijalankan, ada SOP dan sebagainya, begitu dia pulang sekolah, berkerumun dan sebagainya. Kenanya di luar, yang disalahkan PTM-nya," kata Susatyo.

"Komitmen kami terhadap anak-anak pelajar, agar bisa bersekolah selayaknya pelajar tidak menggunakan daring, ada pembentukan karakter, mengenal guru-gurunya, mengenal sekolahnya, ada orientasi terhadap sekolah baru. Karena banyak anak-anak baru ini. Jangan sampai mereka tahu sekolahnya, nggak pernah masuk sekolahnya," tambah Susatyo.

Pihaknya berharap, apa yang dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor ini bisa menjadi solusi agar menjaga protokol kesehatan di luar lingkungan sekolah.

Selain ada pengawas para guru di sekolah, secara rutin pihaknya akan melakukan pemeriksaan.

"Kami akan mengecek, termasuk di luar sekolah jadi atensi kami,"kata Susatyo yang juga wakil ketua Satgas Penenanganan Covid-19 Kota Bogor.

Apel Pelajar Sadar Prokes, jelas dia, selain untuk penecegahan penyebaran virus covid-19, juga untuk mencegah terjadinya aksi tawuran.

Untuk kasus tawuran mekanisme pengawasannya, lanjutnya, dengan menyebar personel lalu lintas, shabara dan personel dari Kodim setiap hari.

"Semuanya kalau melihat ada kerumunan, tidak ada tujuan jelas, pasti nanti saya perintahkan untuk foto sebagai bukti untuk sekolahnya, bahwa memang pelajar- pelajar ini tidak memanfaatkan waktu PTM dengan sebaik-baiknya. Kita akan bersurat pada sekolah tersebut, memberikan teguran sekaligus mengevaluasi pelaksanaan PTM yang dilaksanakan," jelasnya.

Optimalkan PTM

Sementara itu, dalam amanatnya, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyampaikan agar PTM dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

"Saya ingin mengingatkan kepada kita semua jangan melakukan hal yang kontraproduktif. Jadi manfaatkan PTM ini sebagai sebuah langkah dan peluang untuk kita menghadapi masa depan yang lebih baik lagi," pesan Dedie.

Dengan kondisi pandemi yang semakin membaik, dibarengi dengan upaya yang dilakukan semua pihak, kata Dedie, semua bisa menghadapi situasi ke depan yang mungkin akan merubah kondisi Kota Bogor yang selama ini terpuruk akibat pandemi. Termasuk di bidang pendidikan.

Lewat kunjungannya ke beberapa sekolah, sambung Dedie, ia juga menemukan para pelajar yang masih menggunakan transportasi umum. Memang untuk saat ini disarankan, penggunaan transportasi umum bisa diminimalisir. Karena faktor risiko penularan yang bisa saja terjadi.

"Saya meminta Kepala Dinas Perhubungan untuk terus mengingatkan para pengusaha angkutan, pengemudi, atau pihak yang terkait dengan angkutan umum, untuk terus juga memperhatikan protokol kesehatan," jelas Dedie.

Di luar itu, Dedie mengatakan saat ini begitu banyak permohonan dari sekolah - sekolah kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk melaksanakan PTM Terbatas. Hanya saja, dengan keterbatasan tersebut, maka tak semua diizinkan serentak.

Bukan hanya soal standar operasional prosedur (SOP), namun juga terkait perangkat sarana prasarana terkait dengan pelaksanaan PTM juga harus dipenuhi sekolah. Kemudian juga yang harus dipastikan, ada beberapa siswa yang mungkin belum disuntik vaksin.

"Jadi saat ini Pemkot Bogor dibantu TNI-Polri membuka kesempatan seluas-luasnya kepada pelajar, termasuk guru dan stakeholder di sekolah itu untuk bisa segera divaksin. Itu salah satu langkah yang kita laksanakan, sebelum nanti kita bicara masalah daftar periksa yang banyak itu sesuai dengan kebijakan SKB 4 Menteri," urai Dedie.

"Nanti kita akan coba evaluasi dulu, akan ada visitasi dari tim gabungan TNI-Polri dan dari Pemkot Bogor untuk memastikan bahwa sekolah-sekolah yang mengajukan itu layak untuk melaksanakan PTM," ungkapnya lagi. (OL-13)

Baca Juga: BC Surakarta Amankan 5,2 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp3 Miliar

BERITA TERKAIT