06 October 2021, 13:58 WIB

Masih Ada Warga di Jakpus dalam Kondisi Stunting


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PEMERINTAH Kota Jakarta Pusat menemukan warga di 10 kelurahan di Jakarta Pusat masuk dalam kategori stunting atau kekurangan gizi. Puluhan ikan pun diberikan kepada warga yang masuk dalam kategori gizi buruk.

Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma, ditemui di acara panen ikan di Sawah Besar, mengatakan, di wilayahnya masih ada warga yang masuk dalam kategori stunting. Warga tersebut tersebar di 10 dari 44 kelurahan di Jakarta Pusat.

"Berdasarkan hasil survei ada 10 kelurahan yang ini menjadi prioritas kita dalam penanganan stunting. Ini menjadi perhatian serius bagi kami, makanya kita perlu lakukan pendataan ibu hamil, maupun kelompok usia anak," ucap Dhany Sukma, Rabu (6/10).

Dhany mengatakan pihaknya melakukan sejumlah langkah dalam mengatasi stunting di wilayahnya. Seperti pemberian penambahan makanan bergizi berupa ikan dari panen yang dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian Jakarta Pusat.

"Seperti hari ini kita panen ikan, semua ikan ini kita berikan kepada warga yang masuk dalam kategori stunting," ucapnya.

Baca juga:  Pendekatan Keluarga Kunci Pencegahan Stunting pada Anak

Dhany menjelaskan ada 35 kilogram ikan yang di panen di embung di Pangeran Jayakarta, Sawah Besar, akan diberikan ke warga. Embung ini juga sebagai bentuk kolam gizi.

"Di permukiman warga juga ada kolam gizi tapi ukurannya lebih kecil. Jenis ikan yang biasa di panen yakni nila, bawal, mujair, dan lele," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Pusat Penty Yunesi Pudyastuti mengatakan hasil panen ikan memang ditujukan kepada warga yang masuk dalam stunting. Seperti warga di Kelurahan Mangga Dua Selatan yang masuk kategori stunting.

"Seperti di kelurahan MDS. Kita harap dengan pemberian ikan ini dapat menurunkan laju stunting," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT