03 October 2021, 20:27 WIB

PDIP Berharap Warga DKI tak Khawatir Banjir saat Musim Hujan


Selamat Saragih | Megapolitan

PDI Perjuangan menginginkan warga Jakarta tidak merasa khawatir dan resah akan banjir saat memasuki musim penghujan. Karena itu, PDI Perjuangan akan mendorong agar Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) bekerja ekstra dan maksimal dengan mendudukkan semua stakeholder untuk bergerak bersama menangani normalisasi dan penanaman pohon di kawasan Jakarta.

Hal itu disampaikan Ketua DPC PDIP Jakarta Selatan, Yuke Yurike, saat ikut mendampingi Ketua DPP PDIP, Eriko Sotarduga, mewakili Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto, menyerahkan bantuan kendaraan serbaguna di DAS Pesanggrahan, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (3/10). Penerimanya adalah aktivis lingkungan hidup yang juga sahabat Megawati, Chaeruddin alias Babe Idin. Nama yang disebut terakhir membina anak-anak muda menanam dan merawat pohon di DAS dan berbagai hutan.

"Kami mendorong agar berbagai lembaga membawahi bidang taman dan kehutanan, misalnya, agar bisa duduk bersama memberi perhatian. Ternyata banyak hal harus didorong ekstra," kata Yuke Yurike.

"Kita agak waswas. Dengan banyaknya refocusing anggaran saat ini, anggaran untuk lingkungan dan normalisasi sepanjang sungai terhenti. Dekat musim hujan membuat was was akan banjir," kata Yuke Yurike.

Dia menambahkan, pihaknya akan terus mendorong forum DAS di Jakarta karena sangat urgen. Hal ini mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan.

"Misalnya, tanah terkikis karena banyak bangunan perumahan di sekitar DAS sehingga rawan longsor. Harus Jadi perhatian kita semua," ungkap Yuke.

Ketua DPP PDIP, Eriko Sotarduga, mengatakan, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri sudah berkali-kali memberi peringatan akan pemanasan global, dan mengajak semua pihak untuk bergerak mencegahnya. Krisis iklim sendiri bisa dijelaskan secara ilmiah dan sudah saatnya seluruh warga Indonesia, khususnya warga Jakarta, terlibat dalam upaya pencegahannya.

"Kita bangun early warning system. Kalau bisa prakejadian, bisa kita lakukan pekerjaan teknis untuk mengatasi masalah ini. Satu hal utama juga adalah agar masyarakat juga memahami isu ini," ujar Eriko.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, mengatakan, pihaknya memang memiliki masterplan ruang terbuka hijau. Dikatakan, terdapat setidaknya 17 hutan kota dengan kelompok tani. Salah satunya adalah yang dikerjakan Babe Idin dan kawan-kawannya di DAS Kali Pesanggrahan.

"Kita apresiasi kegiatan yang seperti dilakukan Babe Idin di Kali Pesanggrahan. Ada pengembangan hutan bambu dan kopi. Ada juga kelompok lain yang kembangkan madu dan teh. Jadi menjaga ekologi sekaligus menyangga ketahanan pangan," kata Suzi. (OL-8)

BERITA TERKAIT