03 October 2021, 17:41 WIB

Temuan Kandungan Parasetamol di Teluk Jakarta, Walhi: Pemprov Lalai


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan

DIREKTUR Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta, Tugabus Soleh Ahmadi (Bagus), menilai adanya temuan kandungan parasetamol di Teluk Jakarta menunjukkan kelalaian Pemprov DKI.

Adanya temuan kandungan paracetamol di teluk Jakarta, kata Bagus memperlihatkan ketidakseriusan Pemprov DKI melakukan perlindungan terhadap teluk Jakarta.

Padahal revitalisasi teluk Jakarta merupakan salah satu kegiatan strategis daerah.

"Seharusnya di tengah menyusun upaya revitalisasi, pencegahan terhadap beban pencemaran dilakukan terlebih dahulu, termasuk juga menginventarisir segala jenis atau parameter pencemaran," papar Bagus, Minggu (3/10).

Meskipun paracetamol bukan termasuk parameter pencemaran, lanjut Bagus, bukan berarti Pemprov DKI abai terhadap parameter-parameter lainnya yang mencemari teluk Jakarta.

"Temuan ini semakin menambah daftar panjang beban pencemaran di teluk Jakarta," terangnya.

Baca juga : Dalami Temuan Paracetamol, DLH Ambil Sampel Air Teluk Jakarta

Menurut Bagus, jika dugaan kandungan parasetamol ini berdampak pada makhluk hidup dan ekosistem teluk Jakarta maka semakin membebani masyarakat pesisir dan nelayan yang ruang hidupnya sangat bergantung dengan keberlangsungan teluk Jakarta.

Maka, Pemprov DKI Jakarta harus serius merespon temuan LIPI tersebut dengan mengkaji lebih luas dampak yang ditimbulkan kepada ekosistem teluk Jakarta.

"Kemudian mengevaluasi segera dan memonitoring seluruh fasilitas Kesehatan di Jakarta dalam hal penanganan limbah. Serta membuka kepada publik terkait rencana revitalisasi teluk Jakarta dan hasil pemantauan yang terlah dilakukan secara berkala kepada publik," pungkasnya.

Sebelumnya, sebuah studi mengungkap fakta soal air laut di Teluk Jakarta mengandung paracetamol.  Penelitian dimuat dalam jurnal Science Direct, Agustus 2021, dengan judul 'High concentrations of paracetamol in effluent dominated waters of Jakarta Bay, Indonesia'.

Penelitian ini menganalisis sampel yang dikumpulkan di empat lokasi Teluk Jakarta, dan satu lainnya di pantai utara Jawa Tengah. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT