01 October 2021, 19:48 WIB

Jakpro Mulai Pra-Konstruksi ITF Sunter Tahun Ini 


Selamat Saragih/Rahmatul Fajri |

PT JAKARTA Propertindo (Jakpro) menegaskan, pembangunan intermediate treatment facility (ITF) atau fasilitas pengelolaan sampah antara (FPSA) bukan sekadar investasi tetapi penugasan dari pemerintah dan merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN). 

Karena itu, Jakpro optimistis pembangunan ITF ini akan terus berlangsung. Kini, Jakpro melalui anak usahanya PT Jakarta Solusi Lestari (PT JSL) tengah menyiapkan pra-konstruksinya dan rencananya akan dikerjakan mulai tahun ini. 

“Jakpro dan PT JSL akan segera memulai pekerjaan pra-konstruksi pada akhir tahun ini. Mohon doa dan dukungannya agar proyek ini dapat berjalan lancar dan menjadi solusi bagi Ibu Kota dan warga Jakarta, maju kotanya bahagia warganya,” ujar Direktur Proyek ITF sekaligus Plt Direktur Utama (Dirut) PT JSL, Aditya Bakti Laksana, dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat (1/10). 

Aditya mengatakan, ITF Sunter adalah solusi pengolahan sampah yang tepat bagi Ibu Kota dan warga DKI Jakarta. ITF ini didukung dengan teknologi teruji, modern, dan sangat ramah lingkungan. 

Karena ITF Sunter akan mampu mengolah 2.200 ton sampah per hari dan dapat mengurangi 30% sampah Jakarta yang setiap harinya dikirim ke tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi. 

“Itu sebabnya ITF Sunter menjadi salah satu solusi dan prioritas bagi DKI Jakarta untuk mampu menyelesaikan permasalahan persampahan di Ibu Kota" tandasnya. 

Sampah DKI Jakarta saat ini mencapai kurang lebih 7.800 ton/hari dan semua sampah dikirim ke TPST Bantar Gebang setiap harinya. Karena itu, pembangunan ITF Sunter menjadi solusi untuk mengurangi beban sampah TPST Bantar Gebang. 

Baca juga : Pemerintah Telusuri Teluk Jakarta Mengandung Paracetamol

“Dengan demikian, ITF Sunter perlu didukung sebagai solusi sampah di DKI Jakarta. Apalagi, kesuksesan penyelenggaraan ITF DKI Jakarta menjadi barometer untuk diikuti kota-kota lainnya,” ungkapnya. 

ITF Sunter didesain untuk mampu memusnahkan dan mereduksi volume sampah 80% hingga 90% dengan standar emisi Euro 5 dan menghasilkan energi listrik 35 MW/jam. Ini merupakan wujud perubahan cara pandang karena sejatinya sampah adalah material produktif dalam ekonomi sirkular. 

“ITF Sunter merupakan mandat Pemprov DKI Jakarta kepada Jakpro melalui Pergub 33 Tahun 2018 tentang Penugasan Lanjutan dalam Penyelenggaraan Fasilitas Pengelolaan Sampah Antara di Dalam Kota/ Intermediate Treatment Facility (ITF). Proyek ITF Sunter merupakan pengolahan sampah terbesar di Indonesia yang menghasilkan tenaga listrik dengan teknologi pengolahan sampah yang teruji, modern, dan ramah lingkungan,” ungkap Aditya. 

Selain itu, katanya, Jakpro juga mengajak warga Jakarta untuk turut berkolaborasi dan berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan sampah di Ibu Kota. Hal ini bisa dimulai dengan kesadaran dalam mengurangi pemakaian plastik sekali pakai dan memilah sampah sejak dari rumah. 

“Sampah yang menggunung dapat dihindari dengan menerapkan ekonomi sirkular sampah. Sirkulasi sampah yang baik dapat bermanfaat bagi perekonomian dan sampah yang dibuang ke pembuangan akhir dapat diminimalisasi," kata Aditya. 

"Dengan berbagai potensi yang dapat dimanfaatkan, pengelolaan sampah yang tepat dapat menjadi solusi bagi beberapa masalah seperti lingkungan, kesehatan, hingga solusi untuk mendapatkan nilai tambah dari sampah yang setiap hari dihasilkan,” ungkap Aditya. (OL-7)

BERITA TERKAIT