01 October 2021, 08:42 WIB

Anies Baswedan Sebut Sebagian Besar Penduduk Dunia akan Tinggal di Kota


Rahmatul Fajri |

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut sebagian besar penduduk dunia akan tinggal di kota sebagai bagian dari fenomena urbanisasi besar yang akan terjadi beberapa tahun ke depan.

Hal tersebut disampaikan Anies saat menjadi pembicara dalam forum internasional Climate Heroes yang diselenggarakan secara daring oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta pada Kamis (30/9).

Anies mengatakan setidaknya lebih dari separuh populasi dunia akan tinggal di kota. Angka urbanisasi tersebut, kata ia, akaj meningkat dari tahun ke tahun.

“Diproyeksikan bahwa setidaknya 60,4% populasi dunia akan tinggal di kota pada tahun 2030 dan 68% pada tahun 2050 dan nantinya peran kota penting bagi peradaban kita,” kata Anies.

Anies menekankan dengan arus urbanisasi itu, maka kota juga memiliki peran besar, khususnya dalam menanggulangi perubahan iklim.

Ia mengatakan kota bertanggung jawab untuk mengurangi emisi karbon yang menjadi penyebab terjadinya perubahan iklim di dunia, sehingga bumi nantinya dapat secara layak ditinggali oleh generasi selanjutnya.

“Dalam kesepakatan global, seperti Perjanjian Paris dan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, pemerintah kota diakui sebagai sekutu penting dalam mendorong masa depan yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan. Kota juga bertanggung jawab untuk mengurangi emisi karbon global dengan melakukan tindakan di tingkat lokal,” paparnya.

Lebih lanjut, Anies mengatakan Jakarta juga akan menjalankan perannya untuk ikut menanggulangi dampak perubahan iklim. Terlebih Jakarta akan menjadi tuan rumah Urban20 pada tahun 2022 yang akan membahas isu potensial di era pascapandemi covid-19.

Anies mengatakan pihaknya menyoroti enam fenomena kota pascapandemi yang harus diwaspadai, yakni perumahan produktif (terjangkau), masa depan industri properti, mobilitas berkelanjutan dan aksesibilitas inklusif terhadap mobilitas, kelangkaan pekerjaan dan masa depan pekerjaan, keterbatasan interaksi sosial, dan perhatian untuk peningkatan jumlah anak yatim akibat kematian orang tuanya karena c9vid-19.

"Ini harus kita perhatikan dan kita usahakan solusinya,” tandasnya.(Faj/OL-09)

BERITA TERKAIT