30 September 2021, 22:25 WIB

Polisi Buru Penjambret yang Tewaskan Penumpang Ojol di Jaktim


Rahmatul Fajri | Megapolitan

POLISI masih memburu para pelaku jambret yang menewaskan penumpang ojek online di kawasan Kayu Putih, Jakarta Timur. 

Kapolsek Pulogadung AKP David Richardo Hutasoit mengatakan pihaknya masih mengumpulkan rekaman CCTV di tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, pihaknya juga memeriksa sejumlah saksi, termasuk sopir ojek online. 

"Saat ini kami masih memeriksa beberapa CCTV dari kamera yang ada disekitar TKP tersebut. Saksi saat kejadian ada 1 orang dan termasuk sopir ojek online tersebut," kata David, di Jakarta, Kamis (30/9). 

David mengatakan sejauh ini pihaknya mengalami kendala, karena rekaman CCTV di lokasi kejadian kurang jelas. Ia mengatakan pihaknya akan membentuk tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Timur dan Polda Metro Jaya guna menangkap pelaku. 

"Rekaman CCTV masih kami dalami, karena kendalanya CCTV yang baru kita dapatkan sebagian kejelasan gambarnya kurang tajam. Kami dibantu Polres dan Polda untuk mengungkap siapa pelakunya," katanya. 

Baca juga : Petugas PLN Gadungan Gasak Perhiasan Rp300 Juta di Cilandak 

Sebelumnya, aksi penjambretan sadis terjadi di kawasan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (26/9) subuh. Seorang wanita yang merupakan penumpang ojek online harus meregang nyawa setelah terjatuh dari sepeda motor dengan kepala korban membentur trotoar. 

Korban lalu meninggal dunia setelah beberapa jam menjalani perawatan di RS Cipto Mangunkusumo. Sementara itu, pengendara ojek online mengalami luka patah di kaki kiri. 

David menjelaskan ketika motor ojek online yang ditumpangi korban melintas di wilayah Kayu Putih, ternyata para pelaku membuntuti korban. Ketika suasana jalanan kondisi lengang, pelaku langsung merampas barang milik korban. 

"Korban ternyata diikuti oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya itu, pelaku berusaha mengambil barang milik korban. Sempat terjadi tarik-tarikan, berdasarkan keterangan pengemudi ojek online ini bahwa korban ingin mempertahankan barang miliknya," kata David. (OL-7)

BERITA TERKAIT